Persaingan Kursi Penjabat Bupati Minut 'Panas'

Nama Rotinsulu, Moniaga dan Panelewen Menguat


Airmadidi, ME

Perebutan posisi penjabat Bupati di Kabupaten Minahasa Utara, sudah pasti menyajikan keseruan tersendiri. Informasi diperoleh beberapa nama sudah melakukan manuver lobby kepada Gubernur maupun partai penguasa untuk menempati top eksekutif di bumi klabat ini. Perebutan DB 1 F, untuk mengisi kekosongan jabatan karena jabatan Bupati definitif Minut akan berakhir 10 Desember 2015 mendatang, makin panas. Bahkan ada beberapa nama yang mulai menguat untuk mengisi jabatan penjabat Bupati di beberapa bulan ke depan.

"Ada beberapa nama pejabat Pemprov Sulut maupun Pemkab Minut yang sudah menguat untuk menempati posisi tersebut. Mereka adalah Herry Rotinsulu (Kadis Kehutanan Sulut), Johanes Panelewen (Kadis Pertanian dan Peternakan Sulut), Sandra Moniaga (Sekda Minut), Ronny Siwi (Asisten 1 Minut)," beber sumber resmi di lingkup Pemprov Sulut saat memberikan informasi kepada media ini.

Lebih lanjut sumber mengungkapkan, sejumlah nama tersebut memiliki track record sebagai birokrat handal, kapasitas semua figur tersebut tak perlu diragukan lagi dalam ruang lingkup kerjanya. "Pastinya semua nama tersebut mempunyai peluang untuk mengisi posisi penjabat Bupati Minut. Seperti Herry Rotinsulu dikenal merupakan orang Minut dan sebagai salah satu tokoh pemekaran kabupaten Minut, begitu juga Johanes Panelewen pejabat Sulut tapi tinggal di Minut pastinya tahu potensi wilayah Minut, dan Sandra Moniaga yang merupakan representasi gender di Minut dan saat ini sebagai Sekda Minut, begitu juga Ronny Siwi yang basis pejabat Minut yang sudah lama berkecimpung di daerah Minut," jelas sumber.

Sementara itu, pengamat pemerintahan Taufik Tumbelaka, menilai siapapun yang akan ditetapkan Gubernur Sulut nantinya untuk penjabat Bupati mampu menciptakan resistensi politik rendah, dan membuat legitimasi yang tinggi sehingga bisa bekerja optimal untuk daerah. Apalagi di waktu penjabat bupati memimpin usai pelaksanaan Pilkada Minut yang tentunya butuh pemimpin yang mampu memberi rasa nyaman bagi masyarakat. "Gubernur harus mampu memilih penjabat yang akan menciptakan kondisi kondusif jelang Pilkada Minut dan persiapan untuk pelantikan bupati dan wakil bupati definitif," tandasnya. (risky pogaga/media sulut)



Sponsors

Sponsors