Foto: Ilustrasi kebakaran.
Stop Pembakaran Lahan di Minut
21 Kali Kebakaran Sepanjang September
Airmadidi, ME
Fenomena alam yang terjadi sekitar lima bulan ini, yakni musim kemarau, diakui banyak kalangan di Minahasa Utara (Minut) banyak mendatangkan efek negatif pada sendi-sendi kehidupan warga di Bumi Klabat.
Data menyebutkan, lebih dari 80 desa mengalami kekeringan dan sulit mendapat pasokan air bersih. Bahkan, Minut langsung didera musibah kebakaran hebat yang menghanguskan ribuan hektar hutan serta lahan di Gunung Klabat.
Bupati Minut Drs Sompie Singal MBA mengingatkan, ini merupakan kemarau paling parah yang terjadi di Minut. “Dulu pernah kemarau selama sembilan bulan, tapi tidak seperti sekarang. Baru lima bulan sudah kekeringan serta kebakaran lahan dimana-mana. Ini yang terparah,” ungkap Singal.
Olehnya, Bupati menghimbau masyarakat agar hemat menggunakan air bersih serta tidak membakar atau membuang api rokok sembarangan. “Hati-hati jangan sembarang membakar lahan. Hati-hati juga selama September lalu, sudah terjadi 21 kali kebakaran. Apalagi kekeringan dan sering mati lampu jangan sampai ada kebakaran gedung,” pesannya. (risky pogaga/media sulut)



































