Foto: Empat pasang calon yang akan bertarung di pilkada Minut.
GESEKAN TAJAM DI BUMI KLABAT
Airmadidi, ME
Temperatur politik di Kabupaten Minahasa Utara (Minut) meninggi. Ekspresi strategi yang dimainkan para petarung membuat Tanah Klabat memanas. Para jagoan saling menempel ketat di lintasan menuju kursi top eksekutif. Prediksi pemenang tampak samar namun klaim sebagai penyentuh garis finish pertama mulai terlontar.
Masa kampanye dimaksimalkan empat pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah Kabupaten Minut sebagai sarana politik untuk ‘menjual’ visi dan misi kepada masyarakat. Semua pasangan terus menggalang suara di lintas kategori pemilih.
Kekuatan struktur partai pengusung hingga mesin tim pemenangan Kabupaten, Kecamatan hingga Desa, digerakkan untuk menghasilkan energi terbesar guna meraih kemenangan. Tak heran, baik pasangan nomor 1, Piet Luntungan-Lucky Longdong (Pilar), Vonny Anneke Panambunan-Joppy Lengkong (VAP-JO) yang memiliki nomor 2, Sompie Singal dan Peggy Mekel (SDM) dengan nomor urut 3 serta pasangan nomor 4, Yulisa Baramuli dan Patrice Tamengkel (BARATA), semuanya mengklaim bakal memenangkan pertarungan.
Walau demikian, warga bertaruh, siapa yang memiliki program dan kemampuan yang jelas serta ‘amunisi’ yang kuat, dialah yang bakal jadi pemenang.
"Keempat peserta Pilkada Minut ini seperti bertarung lari, siapa yang mampu berlari lebih lama (memiliki amunisi lebih banyak) dia pasti akan menjadi pemenang," ucap Vicky Lengkong, salah satu pemilih pemula di Minut.
"Kami lebih melihat program. Calon mana yang lebih jelas programnya ke depan tentang kemajuan Minut, itu yang akan menjadi pilihan kami," terang Deddy Dumais, warga perumahan di Kalawat.
23 Ribu KTP dan Harry Tanoe Jadi Jaminan Pilar
Pasangan nomor urut 1, Piet Luntungan dan Lucky Longdong (Pilar) bukan figur baru di wilayah Minut. Program-program yang ditawarkan bagi masyarakat menjadi pemikat. Apalagi hadirnya nama Ketua Perindo, Harry Tanoe, di gerbong Pilar. Sosok yang dipastikan bisa menjadi pemikat tersendiri bagi pemilih.
Pilar memiliki kemampuan yang handal, apalagi disokong Perindo yang notabene sebagai Partai Baru tapi memiliki program yang jelas dan terarah.
"Kami yakin dengan kapasitas Ketua Perindo Harry Tanoe, akan mampu menarik simpati masyarakat sebab dirinya masuk dalam tim kampanye pasangan Pilar,” ungkap Nancy Worung, tim sukses pasangan Pilar, Minggu (6/9).
Basis massa yang jelas merupakan jaminan bagi Pilar. “Basis massa kami sangat jelas karena telah memiliki dukungan independent sebanyak 23 ribu lebih masyarakat. Mereka memberikan dukungan kepada kami melalui KTP dan itu akan terus dijaga sehingga sudah modal suara,” tegasnya.
Modal 23 ribu lebih dukungan, ditambah sedikit suara saja, kemenangan bisa diraih pasangan Pilar.
‘VICTORY’ DAN PESONA VONNY KEKUATAN VAP-JO
Nomor 2 adalah simbol ‘Victory’ atau kemenangan. Karena itu, memiliki nomor 2 dalam pesta demokrasi Minut kali ini adalah berkah bagi pasangan Vonny Anneke Panambunan dan Joppy Lengkong (VAP-JO).
Salah satu pasangan unggulan dalam Pilkada Minut ini disebut-sebut sebagai pasangan yang memiliki basis massa jelas. Figur VAP yang masih dirindukan memimpin Minut kembali, juga bisa jadi sebagai senjata khusus untuk memenangkan pertarungan.
"Pasangan VAP-JO paling ideal memimpin Minut. Masyarakat masih sangat merindukan kepemimpinan ibu Vonny kembali. Perpaduan pengusaha dan birokrat ini, sebagai daya tarik dan akan jadi barometer tersendiri mendulang suara,” cetus Denny Sompie, Ketua tim pemenangan pasangan VAP-JO.
Kekuatan VAP-JO tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Minut. Tim solid yang sudah dimiliki akan menjadi perekat, penyambung kekuatan massa yang tersebar merata di Minut.
“Basis massa kami tersebar di semua kecamatan yang ada. Apalagi pasangan ini sudah membentuk tim koordinasi di 10 kecamatan," pungkas Sompie.
FAKTOR PETAHANA SUKSES KUNCI KEMENANGAN SDM
Kalau ada petarung yang harus diperhitungkan semua calon, mereka adalah pasangan nomor urut 3, Sompie Singal dan Peggy Mekel (SDM). ‘Label’ incumbent yang melekat pada Singal, merupakan kekuatan luar biasa. Tak heran jika pasangan petahana ini paling ditakuti semua calon.
SDM yang menunggangi Banteng Moncong Putih, menjadi salah satu pasangan yang memiliki strategi dan tim yang jelas. "Pergerakan dalam meraih suara sudah dilakukan dan ini bagian kerja tim untuk mendulang suara pemilih,” tutur Denny Lolong, Ketua tim kampanye pasangan SDM.
Kesuksesan yang diraih Sompie Singal selama memimpin Minut akan jadi garansi bahwa masyarakat masih merindukannya untuk melanjutkan kepemimpinan. Apalagi didampingi tokoh muda cerdas dengan segudang pengalaman, SDM pasti berjaya.
“Kami yakin dengan kapasitas Sompie sebagai incumbent, masyarakat Minut masih mencintainya dan sudah siap melanjutkan kepemimpinannya. Basis massa dan mesin politik sebagai incumbent jelas terarah dan terukur," aku Lolong.
‘AMUNISI FULL’ DAN KONSULTAN POLITIK SENJATA BARATA
Pasangan Nomor 4, Yulisa Baramuli dan Patrice Tamengkel (BARATA), diprediksi sebagai ‘kuda hitam’ dalam pertarungan di medan Pilkada Minut. Pasangan yang menggunakan konsultan politik di semua lini tim yang ada ini, terus melakukan berbagai manuver di masyarakat demi mendapatkan simpati.
"Kami sudah pasti memiliki kemampuan finansial yang jelas tapi itu akan digunakan secara terarah dan tepat sasaran sehingga dalam pertarungan bisa meraih kemenangan,” ungkap Venis Mailoor, tim pemenangan pasangan BARATA.
Selain kekuatan amunisi, tim BARATA telah tertata dan terkoordinir secara rapih. “Tim BARATA sudah terkoodinir dengan jelas karena kami satu-satunya pasangan yang memiliki konsultan politik," kata Mailoor.
Pengalaman dan kesuksesan Yulisa Baramuli selama menjabat sebagai Wakil Bupati Minut, juga merupakan kekuatan BARATA. Tak sedikit warga yang terlanjur mencintainya ketika berada dalam tampuk kepemimpinan pemerintahan Kabupaten Minut bersama Sompie Singal.
FAKTOR PENENTU KEMANGAN PARA KANDIDAT
Strategi politik yang digunakan setiap pasangan calon pasti berbeda tapi hanya satu tujuan, memperoleh kemenangan. Semua sudah pasti berani mengklaim kemenangan tapi siapa yang memiliki strategi ampuh, pasangan calon itulah yang akan keluar sebagai pemenang.
"Saya berani memprediksi Pilkada Minut, siapapun yang menang perolehan suara, dengan saingannya pasti hanya beda tipis,” tutur pemerhati politik Minut, Novel Lotulong.
“Minut setiap Pilkada selalu diikuti oleh petarung politik tingkat tinggi. Artinya peserta Pilkada Minut itu memiliki kemampuan finansial yang fantastis tapi di sini apakah tim mampu mengarahkan pasangan calonnya dengan maksimal atau apakah sasaran penyaluran bisa terarah? Itu pertanyaan yang harus dijawab dari sejumlah tim pemenangan yang ada di pasangan calon," sambung Lotulong.
Dalam kacamata pengamat politik Taufik Tumbelaka, Pilkada Minut memang sangat menarik diikuti. Apalagi semua pasangan memiliki kelebihan masing-masing dan hampir semua pasangan Cawabup memiliki basic birokrat yang nantinya akan mampu membantu pengelolaan administrasi pemerintahan ke depan.
"Untuk nomor urut 1, Piet Luntungan, memiliki kelebihan nama baik dan figurnya idealis. Apalagi dia memiliki pendekatan ke masyarakat dengan berbasis budaya,” tandas Tumbelaka.
“Kemudian nomor urut 2, Vonny Panambunan sudah pasti memiliki banyak kelebihan. Dia pernah jadi bupati dan namanya sudah familiar di masyarakat. Apalagi dia hampir dikultuskan dan ditunjang dengan perebutan suara signifikan saat anaknya ikut Pilcaleg tahun lalu, itu bisa memberikan pengaruh nantinya.”
“Setelah itu nomot urut 3, Sompie Singal yang notabene merupakan incumbent. Kelebihan lain Sompie, ia rajin turun lapangan. Tercatat dia ini menjadi satu-satunya kepala daerah di Sulut yang siang dan malam rajin berkunjung langsung ke masyarakat dalam acara apapun,” paparnya.
“Apalagi Sompie ditunjang istri yang merupakan anggota DPRD Minut. Kelebihan Sompie lainnya dia sudah lebih dulu start dengan ikut kegiatan-kegiatan dengan warga,” urai Tumbelaka.
Selanjutnya nomor urut 4, Yulisa Baramuli, bisa dibilang juga merupakan incumbent dan bisa dibilang figur muda serta satu-satunya calon di Minut yang memiliki darah campuran Nusa Utara–Tonsea. “Kelebihan lain Yulisa, dia akan didukung masyarakat Minut yang dari Nusa Utara," cermat Tumbelaka. (risky pogaga/media sulut)



































