Foto: Recky Korompis.
Eks Jurnalis Yang Bertransformasi Jadi Komposer
Figur Dibalik Kesuksesan Langowan Empat Male Choir
ManadoExpress.co
Nama Langowan Empat Male Choir (L4MC), sempat membahana di Sulawesi Utara (Sulut) selang dua pekan terakhir ini. Prestasi gemilang yang ditorehkan tumpukan paduan suara (PS) utusan Pria Kaum Bapa (P/KB) GMIM Wilayah Langowan Empat di iven Bali International Choir Festival (BICF) Tahun 2015, jadi penyulut.
Tumpukan biduan yang lahir di akhir tahun 2014 silam itu, sukses mengawinkan trofi Gold Champion dan Championship di kategori Gospel and Spritual dalam ajang adu tarik suara level dunia itu. Kesuksesan L4MC menyabet double winners itu sempat terukir di halaman sederet media cetak, elektonik dan online ternama di Bumi Nyiur Melambai.
Apresiasi dan pujian pun datang bersahut-sahutan. Termasuk dari Wakil Gubernur Sulut, Dr Djouhari Kansil. Kelompok vokalis beranggotakan 33 personil itu dinilai berhasil mengharumkan nama daerah di tingkat global. Mengingat L4MC menjadi satu-satunya paduan suara dari Sulut yang meraih Gold Champion di iven internasional tersebut.
Reputasi L4MC pun kian mengkristal. Banyak penggila koor mulai penasaran dengan paduan suara yang tergolong masih hijau itu. Mungkin bertanya-tanya, siapa sosok di balik kesuksesan dari tumpukan paduan suara yang dihuni oleh sekelompok pria itu.
Bagi seluruh kru dan official L4MC, pasti seiya sekata. Ada satu nama yang paling menonjol. Who is that?... Adalah Recky Korompis, mentor sekaligus konduktor L4MC. Lelaki muda bernama lengkap Gustav Hendrik Novy itu adalah figur sentral di L4MC.
Pemberian diri anak ketiga dari dari lima bersaudara bagi L4MC tak dapat terangkai dengan kata. Putra dari pasangan Berty Korompis dan Serly Kandores itu rela meluangkan waktu, pikiran, dan tenaga untuk melatih L4MC. Tanpa pamrih. Malah ikut menyokong pendanaan L4MC dalam keikutsertaan di BICF 2015.
Siapa yang menyangka, komponis muda berbakat itu, sama sekali tak memiliki latar belakang pendidikan di bidang seni atau pun pernah berkecimpung di dunia sanggar musik. Jebolan Sekolah Teknik Menengah (STM) Tomohon jurusan listrik itu awalnya berprofesi sebagai tenaga kontrak di PLN Ranting Langowan.
Tak lama kemudian, Recky sapaan akrabnya mencoba peruntungan di dunia kuli tinta. Berawal sebagai penulis di situs online Langowan News Network (LNN) atau dikenal dengan langowan.com. Namun bakat seninya sudah mulai kentara. Bersama Coach Herly Maliangkay, keduanya membentuk paduan suara campuran pemuda dengan nama Marturia Junior Choir (MJC).
Seiring berjalannya waktu atau sekitar tahun 2006, Recky coba menjajal insting jurnalisnya di Surat Kabar Harian (SKH) Koran Rakyat. Tapi aktivitas melatih MCJ tetap berjalan. Malah MJC sempat melakukan konser di Desa Pinabetengan Tompaso serta mengikuti Festival Seni Pemuda GMIM di Kawangkoan.
Tak lama berselang, Recky melanjutkan potensi menulisnya di SKH Tribun Sulut (sekarang Radar Manado, Jawa Pos Grup) sekitar tahun 2008. Tapi lagi-lagi, salah satu pemuda di Jemaat GMIM Imanuel Lowian, sulit melepaskan talenta musiknya.
Alumnus SDN 4 Langowan itu, malah dipercayakan menjadi composer dari Paduan Suara P/KB GMIM Jemaat Imanuel Lowian. Suka duka pun dialaminya. Pertama kali menjadi conductor, Recky berhasil membawa P/KB Lowian juara tingkat wilayah P/KB GMIM se Langowan di tahun 2011. Namun ditahun yang sama P/KB Lowian hanya menggondol Silver Medal dalam Lomba tingkat P/KB Sinode GMIM di Wilayah Ratahan Minahasa Tenggara tahun 2011.
Baru ditahun 2012 dan 2013, Recky bisa membawa P/KB Lowian meraih Gold Medal di Lomba PS tingkat P/KB Sinode GMIM yang digelar di Kawangkoan dan Bitung. Diawal tahun 2014 itu pula Coach Recky mundur dari SKH Radar Manado. Karena kala itu, Recky sudah mulai melatih Blessing Choir. Paduan suara koor campuran dari Ratahan Minahasa itu akan berlaga di BICF 2014. Sekaligus persiapan melatih beberapa tumpukan paduan suara P/KB GMIM di Langowan. "Ternyata Recky, lebih memilih koor. Padahal ia (Recky) adalah salah satu wartawan andalan kami. Ia mundur baik-baik," beber Wakil Pemimpin Redaksi SKH Radar Manado, Reky Simboh medio 2014 lalu.
Nama Recky mulai lebih diperhitungkan dibelantika PS Sulut kala mengantar Blessing Choir meraih Gold Medal dalam kategori Gospel and Spritual dalam ajang dunia yang diselenggarakan 25 hingga 31 Agustus 2014 di Pulau Dewata itu.
Sepulang dari Bali, Recky juga sukses membawa P/KB GMIM Lowian merajai dua open turnamen pra lomba PS tingkat sinode GMIM tahun 2014 yang digelar di Langowan. Tak sampai disitu, P/KB Lowian berhasil mematahkan dominasi koor Manado, kala menjadi jawara ketiga lomba PS tingkat Sinode GMIM di kategori Small Choir yang dihelat di Wilayah Minawerot Airmadidi Minahasa Utara, 17-19 Oktober 2014.
Usai mengantar P/KB Lowian bersinar di Minut, Coach Recky bersama Komisi P/KB Wilayah Langowan Empat yang dinahkodai Pnt Harny Korompis berinisiatif membentuk L4MC. Bak gayung bersambut, prakarsa itu disambut positif. Maka terbentuklah L4MC, kumpulan penyanyi dari 7 jemaat di Wilayah Langowan Empat.
Recky pun dipercayakan sebagai composer. Yudea-Manado Post Christmas Song 2014 jadi ajang tes mental perdana L4MC. Dalam kejuaraan yang digelar 28 hingga 29 November, L4MC berhasil meraih juara ketiga. Selanjutnya L4MC mengikuti lomba Imanuel Christmas Festival, yang dihelat 29 hingga 30 November 2014 di GMIM Imanuel Leilem Sonder Minahasa.
Dalam kejuaraan terbuka itu, L4MC didaulat menjadi kampiun. Dari berbagai proses itulah yang membuka jalan bagi L4MC untuk menuju ke Bali. Coach Recky berhasil mewujudkan mimpi L4MC untuk uji nyali di kompetisi level dunia. Tak disangka, buah kerja keras, upaya, perjuangan dan air mata, dibalas Sang Khalik dengan kesukacitaan yang besar.
“Juri pun terkejut, saat mengetahui talenta seni dari Coach Recky itu otodidak,” ungkap Pnt Vendy Kiling salah satu personil L4MC yang menemani Coach Recky saat agenda meet the juries usai L4MC meraih Gold Champion di kategori Gospel and Spiritual dalam BICF 2015.
'Waktu salah satu juri tanya belajar music dimana dan disanggar seni mana?, Coach Recky hanya hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala. Spontan juri bilang otodidak yah. Luar biasa,” ujar salah satu Juri seperti ditirukan Vendy.
“Sekarang bukan Coach lagi. Recky itu sudah maestro,” sambung Reki Feni Saisab seorang anggota L4MC yang ikut diamini seluruh personil L4MC.
Apresiasi terhadap Coach Recky juga datang dari salah satu maestro choir muda Sulut, Swingly Wicliff Sondak. “Memang ajaib Tuhan pe anugerah for brother 'Bupati' Ricky Recky” tulis pelatih sekaligus konduktor North Sulawesi GMIM Male Choir (NSGMC) itu, membalas ungkapan terima kasih yang dihaturkan Recky di dinding facebook pribadinya. “Special thx for De Amazing Grace @Championship #4thBICF2015 !!! Maestro Swingly Wicliff Sondak”.
Senada dilontarkan Sekretaris P/KB GMIM Wilayah Langowan Empat, Pnt Edwin Sumarauw yang ikut menemani L4MC di Bali. “Pemberian diri Maestro Recky untuk pelayanan bersama L4MC tak terbilang. Tuhan menganugerahkan talenta yang luar biasa baginya. Ia adalah sosok dibalik kesuksesan L4MC di BICF. Kita akan terus doakan, agar Tuhan kiranya akan terus memberkatinya,” tutup Sumarauw yang diamini Pnt Harny Korompis, kakak kandung sang Maestro Recky.(aldy rorong)
Baca Juga:
⇛ Suka Duka Langowan Empat Male Choir Menuju Kampiun
⇛ Suka Duka Langowan Empat Male Choir Menuju Kampiun (Bagian II)



































