Suka Duka Langowan Empat Male Choir Menuju Kampiun

Peraih Gold Champion di Iven BICF 2015


Laporan: Aldy RORONG

SPEKTAKULER. Sebuah kata yang kerap terucap dari para penggila paduan suara (PS) di Sulawesi Utara (Sulut), kala mendapat informasi  Langowan Empat Male Choir (L4MC), berhasil meraih Gold Champion dalam kategori Gospel and Spritual di ajang Bali International Choir Festival (BICF) Tahun 2015. Salah satu klasifikasi lomba paling bergengsi di iven adu suara tingkat global itu.

Meski nyaris tak percaya, namun pujian dan apresiasi datang bersahut-sahutan. Maklum tumpukan paduan suara utusan Pria Kaum Bapa (P/KB) GMIM Wilayah Langowan Empat itu, baru untuk pertama kalinya, tampil di kompetisi choir  level dunia.  

Fenomena itu tak hanya dirasakan oleh masyarakat bumi Nyiur Melambai, khususnya para penikmat paduan suara. 33 anggota PS L4MC besutan Coach Recky Korompis bersama official pun merasakan hal serupa. Bak sebuah mimpi.  

L4MC pun sejenak jadi trending topic di Sulut. Prestasi paduan suara yang baru terbentuk di akhir tahun 2014 silam, seketika menghiasi halaman sederet media cetak, elektonik dan online di Bumi Nyiur Melambai. Itu menyusul keberhasilan L4MC kala mengharumkan nama Sulut dan Indonesia di ajang internasional.

Namun tanpa diketahui publik, jalan L4MC menuju ke level BICF penuh lika-liku serta perjuangan yang dramatis. Kerinduan tumpukan suara untuk tampil di level dunia hampir kandas ditengah jalan. Pendanaan jadi problem utama. Tak ada satupun sponsor dari pemerintah, swasta dan perseorangan yang bersedia mendanai PS yang dianggap masih hijau itu.

Tinggal semangat kebersamaan dan kebulatan tekad yang sama untuk berlomba di ladang Sang Khalik yang memotivasi L4MC menuju ke pulau dewata. Semua peserta choir pun sepakat untuk membiayai diri sendiri untuk menuju ke BICF. Mulai dari pendaftaran, tiket pesawat, akomodasi dan komsumsi. Tak terkecuali untuk pelatih dan konduktor pun dibebankan target serupa.

Mencari dana sekitar 200 juta bukan hal mudah. Apalagi, mayoritas anggota L4MC, berprofesi sebagai buruh harian, mahasiswa, serta tani. Tak heran, dari sekitar 54 anggota PS L4MC yang terpilih lewat seleksi, hanya 33 yang mampu ‘melewati badai.’ Nyaris dalam kurun waktu 6 bulan terakhir, 33 personil L4MC hanya menghabiskan waktu dengan latihan dan mencari dana.

Pelayanan pujian di gereja-gereja di wilayah Langowan, khususnya di Wilayah Langowan Empat intens dilakukan. Bahkan hingga ke wilayah Minahasa Tenggara. Pundi-pundi bantuan pun mengalir, baik dari gereja hingga perseorangan. Beragam kendala sempat ditemui. Tak heran, biaya tiket ke Bali di travel sendiri, baru lunas jelang hari H keberangkatan.

Biaya akomodasi dan komsumsi juga serba panjar. Anggota paduan suara pun harus berjibaku tidur lima orang disetiap kamar penginapan di Hotel Idas Kuta-Bali. Termasuk sang pelatih. Beruntung ada beberapa saudara-saudara kawanua di Bali yang bantu menyiapkan komsumsi di Bali. L4MC hanya mengadakan bahan makanan ala kadarnya.

Tak ada pula bis antar jemput yang disiapkan untuk menuju lokasi pelaksanaan lomba, seperti paduan suara lainnya. Alas kaki jadi kendaraan utama L4MC. Beruntung jarak tempuh dari penginapan ke lokasi lomba tepatnya di Gereja Kristus Yesus (GKY) Denpasar Bali yang terletak di bilangan Jl Sunset Road Dewi Sri III Kuta-Bali hanya sekitar 300 meter dari lokasi penginapan.

Rombongan L4MC tiba di Bali, Minggu 26 Juli 2015. Rutinitas sehari-hari sebelum tampil di ajang lomba, yakni ibadah, latihan dan latihan. Anggota PS tak diperkenankan keluar area penginapan tanpa seijin offisial. Tak ada target muluk-muluk yang dibebankan pelatih kepada seluruh anggota paduan suara. Termasuk dari offisial.

“Jangan ambisius, tapi jangan juga takut. Kalian sudah latihan, jadi harus berani untuk tampil.  Bermazmurlah yang terbaik untuk Tuhan. Itu yang terutama”. Itulah sepenggal kalimat pembuka yang selalu terlontar dari mulut sang pelatih kala memulai melatih.

Tibalah hari yang dinanti. Kamis 30 juli 2015. Tepat pukul 12.10 WITA, L4MC tampil di kategori Gospel & Spritual dengan melantunkan dua buah lagu  berjudul My Soul Is Anchored In The Lord and Soon I Will be Done. Lima juri, official dan beberapa supporter yang datang langsung dari Langowan jadi saksi hidup kala L4MC bersaksi lewat puji-pujian. Isak tangis dari seluruh anggota L4MC pecah tatkala usai melantunkan dua buah pujian dengan diiringi doa dari Ketua BPMJ GMIM Wilayah Langowan Empat, Pdt Katrin Kodrak MTh.

Tak seberapa lama, kegembiraan serta keharuan meledak  kala official yang dinahkodai Ketua P/KB Wilayah Langowan Empat, Pnt Harny Korompis dan Sekretaris Pnt Edwin Sumarauw mendapat informasi dari panitia yang menyebutkan Langowan Empat Male Choir from Langowan, Indonesia are qualified to participate in Bali International Choir Championship at Gospel and Spiritual category. (Langowan Empat Male Choir, Indonesia telah memenuhi syarat untuk berpartisipasi dalam Bali International Choir Championship di kategori Injil dan Spiritual).

Bak sebuah mimpi. Namun menjadi kenyataan. Buah kerja keras, perjuangan dan air mata, dibalas Sang Khalik dengan kegembiraan dan senyum kebahagiaan.(bersambung)



Sponsors

Sponsors