'Makna Sesungguhnya Hari Kasih Sayang'

HUT Pelprap GPdI Narwastu Tondano ke-20


Manado, ME

Perayaan Hari Kasih Sayang atau Valentine Day, diadakan di seantero dunia. Tapi terkadang banyak kalangan yang salah mengartikan. Di beberapa negara di Barat pun ada yang merayakan dengan pesta seks, padahal makna dari hari tersebut awalnya bukan seperti itu.

Asal kata Valentine sendiri terdapat banyak versi. Salah satunya adalah seorang yang bernama Valentine, merupakan pastor pada Abad ke III Roma. Kisahnya pun terkenal karena pada zaman itu Kaisar Romawi Claudius berambisi punya kekuatan militer yang besar. Diapun ingin merekrut semua laki-laki di Romawi tanpa terkecuali. Namun hal tersebut sontak tidak diterima oleh para pria yang hidup dimasa itu. Pastor Valentine pun mempunyai peran untuk menikahkan pasangan yang telah bersatu hati untuk sehidup semati.

Pada akhirnya pastor Valentine dipenjara dan dipenggal kepalanya. Konon kala itu tepatnya pada 14 Februari yang dirayakan hingga saat ini sebagai Hari Kasih Sayang.

Anak muda di GPdI "Narwastu" Tondano pun merayakan tanggal 14 Ferbruari. Namun bukan hanya perayaan Hari Kasih Sayang namun hari ucapan syukur yang ke-20 Tahun Pelayanan Pemuda dan Remaja Pantekosta (Pelprap).

Ibadah Pelprap yang dirangkaikan dengan ibadah raya setiap Minggu di Gereja itu, membuat para anak muda lebih menghayati makna kasih sayang yang sesungguhnya.

Menurut Gembala Sidang GPdI "Narwastu" Tondano, Pdt Elsye Tangka, begitu bangga dengan anak-anak muda penggembalaannya itu sebab Hari Kasih Sayang mereka maknai dengan Kasih Karunia Tuhan Yesus yang tiada batasnya. "Semoga anak muda selalu memaknai Kasih dan Pengorbanan Tuhan Kita Yesus Kristus," ujarnya, Minggu (14/2).

Sementara Ketua Pelprap GPdI "Narwastu" Tondano, Pdm. Ewin Tumilantouw berharap, kebersamaan yang tercipta selama puluhan tahun ini bisa terjalin dengan baik dan merasakan berkat, cinta kasih karunia dari Tuhan selalu. "Semoga pemuda dan remaja lebih setia dan diberkati Tuhan Yesus selalu," ungkapnya.

Hal senada dikatakan salah satu pengurus Pelprap, Christy Walintukan. Hari Kasih Sayang menurutnya merupakan waktu untuk memberi diri dalam pelayanan. "Hari Valentine bukan untuk pesta pora, menghambur-hamburkan uang tapi memberi diri dalam pelayanan. Melayani Tuhan dan sesama dengan kasih, sukacita, itu makna tersendiri Valentine Day Pelprap GPdI Narwastu," tambahnya. (melky tumilantouw)



Sponsors

Sponsors