VAP dan YB Rebutan ‘Stempel’ Koalisi Hanura-PKPI


Airmadidi, ME

Aroma persaingan terendus di Tanah Klabat. Restu partai dijabal. Perebutan kendaraan politik menuju Pemilihan Kepala daerah (Pilkada), intens diuber. Jelang injury time pendaftaran Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati (Cawabup), sederet kandidat terus melaju. Contohnya di koalisi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dan Partai Persatuan Pembangunan Indonesia (PKPI) Minahasa Utara (Minut). Gerak persaingan bakal bergulir pasca Tim Penjaringan membeber dua pasangan bakal Cabup dan Cawabup.

Vonny Anneke Panambunan (VAP) dan Yulisa Baramuli (YB) dipastikan bersaing ketat berebut kendaraan produk koalisi Hanura dan PKPI yang mengklaim 7 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Minut. Persaingan ketat juga dipastikan terjadi di kursi Cawabup. Sebab, koalisi ini memiliki dua nama yang menonjol, yakni Denny Sompie dan Patrice Tamengkel.

"Setelah mengikuti wawancara beberapa waktu lalu, ada enam nama yang sudah memenuhi syarat dalam pencalonan. Tapi cuma dua nama yang bersaing untuk posisi Cabup. Berkas calon tersebut akan dibawa ke pengurus partai provinsi baik Hanura dan PKPI, setelahnya akan dikirim ke pusat," beber sumber di PKPI.

Ketua Tim Penjaringan Tenny Rumbayan mengatakan, pasangan mana yang nantinya akan diusung, ditentukan oleh pusat. “Koalisi PKPI-Hanura hanya sebatas memberikan tolak ukur,” akunya.

Dalam koalisi dibebankan uang pendaftaran sebesar Rp20 juta bagi masing-masing calon. “Dana itu akan dipakai untuk kebutuhan dan persiapan tim penjaringan nanti,” beber Rumbayan.

Sementara itu, Ketua PKPI Minut, Denny Sompie mengatakan, Tim Penjaringan Hanura-PKPI sudah menyelesaikan berbagai tahapan penjaringan dalam rangka menghadapi Pilkada."Untuk PKPI, dijadwalkan pekan depan akan melakukan wawancara di tingkat pusat bagi calon-calon tersebut. Kalau Hanura ada kemungkinan belum karena sesuatu hal," jelasnya.

Sompie mengatakan, ada beberapa calon yang sudah mendaftar bahkan mengambil formulir namun tidak mengikuti wawancara. Ada juga yang tidak melengkapi berkas, diantaranya Pak Albert, Pak Joseph Dengah, ibu Kacomba dan Youdi Sampelan."Jadi tinggal nama-nama yang mengikuti fit and proper test yang akan diakomodir," kunci Sompie. (risky pogaga/media sulut)



Sponsors

Sponsors