Foto: Babuk yang diamankan di Mapolres Minahasa.
Babuk Curanmor Bertambah, Kasus Unima Diduga Salah Satunya
Tondano, ME
Kepolisian Resor (Polres) Minahasa masih terus melanjutkan kerjanya menangani kasus pencurian kendaraan bermotor. Walau MK alias Bota tersangka otak sindikat telah dibekuk tapi Polres Minahasa terus mengumpulkan satu demi satu barang bukti (babuk) pencurian kendaraan bermotor (curanmor). (Baca: Polres Minahasa 'Sikat' Otak Sindikat Besar Curanmor)
Kamis (25/6) sekitar pukul 04.00, tim gabungan sesuai petunjuk para tersangka membawa beberapa unit sepeda motor dari Desa Kayuwatu, Kecamatan Kakas, ke Markas Polres Minahasa. Hingga kini, babuk yang baru diamankan ke Mapolres sekitar 30-an unit motor. Ditambah dengan dua mobil yang diduga dipakai untuk melancarkan operasi curanmor. (Baca: Polres Minahasa Bekuk Tiga Terduga Penadah Curanmor)
Dari hasil yang dikumpulkan selama ini, ada 1 unit sepeda motor Yamaha Jupiter diduga 'diculik' di Universitas Negeri Manado (Unima) bersamaan penyergapan MK. Begitu pula dengan 1 unit mobil avanza hitam yang diduga kendaraan operasional mereka, sesuai keterangan korban curanmor Unima, Selasa (23/6) pukul 01.50. (Baca: Curanmor Unima, Pelaku Sempat Lambaikan Tangan)
Tim masih terus berupaya mencari lokasi lain yang terdapat babuk. Untuk lebih mengungkapnya, Polres selain mencari informasi dari para tersangka anak buah Bota, mereka berupaya membuka mulut Bota untuk menunjukkan lokasi babuk yang sudah dijualnya. Sebab babuk ini kebanyakan telah dipakai untuk kepentingan bertani dan umumnya berada di kebun.
Kapolres Minahasa AKBP Ronald Rumondor SIK MSi melalui Kasat Reserse Kriminal (Reskrim) Ricky Prabowo membenarkan kejadian ini. Dikatakannya, pihaknya masih terus berupaya mengumpulkan babuk yang merupakan hasil buah tangan sindikat besar ini. "Hingga kini kami terus mengumpulkan barang buktinya," ujar Prabowo. (Baca: Polda Sulut Bekuk 'Raja' Curanmor)
Sementara banyak warga yang merasa pernah kehilangan kendaraannya datang melihat jejeran motor yang telah disita. Ini dikarenakan para tersangka melancarkan aksinya tidak hanya di Minahasa saja tapi di beberapa tempat di Sulawesi Utara. (arfin tompodung)
.jpg)



































