Polres Minahasa 'Sikat' Otak Sindikat Besar Curanmor


Tondano, ME

Kepolisian Resor (Polres) Minahasa berhasil mengamankan MK alias Markus Kolin alias Bota yang diduga menjadi otak sindikat besar pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Sulawesi Utara, Selasa (23/6).

Selain MK, sehari sebelumnya diamankan juga 6 orang remaja asal Desa Kayuwatu, Kecamatan Kakas, yang diduga terlibat dengan MK. Dua diantaranya perempuan yang disebut-sebut sering bersama MK. Kedua perempuan itu FP alias Fena (16) dan DT alias Dwi (18) diamankan di desa Mahembang, sementara empat lelaki yakni RK alias Rofly (15), TP alias Triv (19), RK alias Rifli (22), AK alias Aldo (19).

Dari data yang diperoleh manadoexpress.co, pengintaian terhadap tersangkan sudah dilakukan selama tiga hari. MK berhasil diringkus setelah diumpan dengan FP dan DT yang sudah lebih dahulu diamankan. MK ditangkap oleh tim gabungan Reskrim, Intel dan Barracuda Polres Minahasa di Desa Amongena I, Kecamatan Langowan Timur, yang di pimpin langsung Kasat Reskrim Polres Minahasa AKP Ricky Prabowo, bersama Kanit Buser Aiptu Ronny Wentu.

Pada saat akan ditangkap, MK menggunakan mobil jenis Avansa membawa senjata tajam mencoba melarikan diri dan melawan dengan parang. Tindakan persuasif pun dilakukan oleh tim, namun pelaku tetap berusaha melarikan diri. Butuh beberapa tembakan untuk melumpuhkan MK. Diduga, MK memiliki 'pegangan' atau ilmu hitam.

Akhirnya tim gabungan berhasil melumpuhkan MK dengan timah panas yang mengenai tangan kiri, perut sebelah kiri dan pantat, yang semuanya tembus.

Setelah dibekuk pelaku kemudian dibawa ke RSUD Noongan, Langowan, untuk mendapatkan perawatan sementara. Sementara ke enam orang yang diduga terlibat tetap berada dalam mobil selama MK mendapat perawatan. Warga sekitar RSUD Noongan yang mengetahui kejadian ini dibuat heboh dan berbondong-bondong ke RSUD Noongan untuk melihat tersangka.

Usai mendapatkan perawatan, MK dibawah ke Polres Minahasa menggunakan ambuance karena masih di infus dan tak berdaya. Bersama MK enam remaja yang diduga terlibat juga di bawah ke Polres Minahasa.

Dari pengakuan MK, dirinya berasal dari desa Pantuge, Kecamatan Kabaruan, Kabupaten Kepulauan Talaud. MK sudah melakukan aksi pencurian sejak tahun lalu, dan sudah ratusan kali berhasil dalam aksinya mencuri dan menjual hingga keluar daerah. Sementara ke enam orang lainnya diakuinya sebagai anak buahnya.

“Kami melakukan pencurian lebih dari 100 motor. Lupa jumlahnya berapa. Harga julanya juga bervariasi,” ujar Bota.

MK kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Prof. Kandou Malalayang, Manado, untuk mendapatkan perawatan akibat timah panas yang mengenai tubuhnya dikawal 2 anggota Polres Minahasa.

Dari ke enam remaja yang diamankan beberapa ternyata merupakan saudara kandung yakni, Rifli dan Aldo serta Triv dan adiknya Fena. Kata Triv, sebagai kakak dirinya tidak tahu jika adiknya selalu diajak ikut bersama MK.

"Kami sudah mengikutinya (MK) sejak beberapa minggu," tutur Triv.

Kapolres Minahasa AKBP Ronald Rumondor SIK MSi melalui Kasat Reserse Kriminal (Reskrim) AKP Ricky Prabowo membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, dalam menjalankan aksinya, MK sebagai spesialis pembobol motor. Menurut Prabowo, MK diduga merupakan otak sindikat curanmor di Sulut dalam melakukan penjaringan.

"Dia yang spesialis menstarter ato kase bengko stang motor," tutur Prabowo.

Prabowo menambahkan, untuk informasi selanjutnya nanti menunggu perkembangan kasus. Pihaknya masih akan menelusuri, penyidikan dan melakukakan interogasi lanjutan.

Dari data yang dirangkum, sebelumnya, pada Minggu (21/6) dini hari sekitar pukul 03.30 wita, tim buser polres Minahasa dibawah pimpinan Kanit Buser, Aipda Ronny Wentuk, berhasil mengamankan empat diduga pelaku curanmor yakni JP alias Jelby (20), BR alias Bryan (16), RL alias Rifky alias Gots (23) dan FM alias Frando alias Ando (19), yang kesemuanya juga merupakan warga Desa Kayuwatu, Kecamatan Kakas. Keempatnya dijemput saat beristirahat di rumah masing-masing. Dari hasil penangkapan tersebut, polisi berhasil menyita 27 unit sepeda motor, meski yang diamankan baru empat unit karena yang lainnya masih sementara dalam penjemputan di beberapa wilayah berbeda.(arfin tompodung)



Sponsors

Sponsors