Foto: Tersangka Curanmor anak buah Bota (atas). Bota dalam perawatan karena timah panas bersarang di tubuhnya.
Polres Minahasa Bekuk Tiga Terduga Penadah Curanmor
Tondano, ME
Upaya Kepolisian Resor (Polres) Minahasa membongkar kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) tak kenal lelah. Dari hasil pengembangan penangkapan otak sindikat terbesar Curanmor pada hari Selasa (23/6), tim (Barracuda, Reskirim dan unit Buser) Polres Minahasa berhasil meringkus tiga orang yang diduga penadah hasil curanmor yang di lakukan MK alias Bota. Ketiganya di ringkus di Kabupaten Minahasa Utara (Minut). (Baca: Polres Minahasa 'Sikat' Otak Sindikat Besar Curanmor)
Dipimpin langsung Kepala Satuan (Kasat) Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Minahasa AKP Ricky Prabowo, tim yang sudah berhari-hari tidak istirahat ini bergerak menuju Minut sekitar pukul 01.00 WITa dini hari, Rabu (24/6). Dengan adanya data-data yang diperoleh, tim berhasil mengamankan tiga orang yang diduga sebagai penadah kemudian digelandang ke Mapolres Minahasa. (Baca: Polres Minahasa Buru Penadah Motor Curian)
Ketiganya ialah FG alias Ebi (38) warga Kauditan, RA alias Reki (36) warga Kaasar dan SH alias Rio (31) warga Tumaluntung yang berprofesi sebagai dokter di Manado.
Dari pengakuan Ebi, dirinya menjual kendaraan hasil curanmor mendapat untung Rp 200 ribu. Ia telah melakoninya sejak lama. "Biasanya Bota membawa pada saya dan saya menjualnya. Saya menjualnya sekitar dua sampai dua juta setengah," tutur Ebi. Sementara dalam menjualnya Ebi seringkali meminta bantuan Reki. (Baca: Curanmor Unima, Pelaku Sempat Lambaikan Tangan)
"Saya dimintainya (Ebi) untuk menjual motor," aku Reki.
SH saat dimintai keterangan mengatakan, dirinya membeli motor langsung dari Bota. Dia tidak tahu kalau itu hasil curian. "Kita ada tanya dia bilang aman," jelas Rio.
Menurut data yang diperoleh dari Kanit Buser Polres Minahasa, Rony Mentu, mereka diduga kuat termasuk jaringan MK.
"Kami masih akan melakukan penelusuran beberapa oknum yang terduga sindikat, sesuai data yang diperoleh," tuturnya.
Kasat Reskrim menyampaikan, timnya telah berusaha untuk mengungkap kasus besar ini. Menurutnya ini sudah merupakan target operasi, sebab banyak laporan masyarakat. Selanjutnya mereka akan mencari barang bukti (babuk) sesuai informasi yang diperoleh dari para terduga ini.
"Mereka (tim gabungan) terus berusaha walaupun mereka tidak sempat tidur beberapa malam," tuturnya. (arfin tompodung)



































