Foto: Netty Agnes Pantow bersama pendukung di kantor DPD PDIP Sulut.
Mendaftar di PDIP, NAP Jadi ‘Duta’ Demokrat
Manado, ME
Politisi Partai Demokrat, Netty Agnes Pantow (NAP), secara resmi mendatangi kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sulawesi Utara (Sulut), Rabu (20/5). Kehadiran anggota DPRD Sulut itu untuk memenuhi undangan banteng Sulut sebagai bakal calon Bupati Kabupaten Minahasa Utara (Minut).
Usai mengikuti proses wawancara bersama tim penjaringan dan penyaringan PDIP, kepada wartawan NAP mengakui jika kehadirannya di tempat itu karena rencana Sang Khalik.
“Politik itu kan dinamis. Kemudian, sekian banyak politisi di Sulut kan tidak semua yang dapat peluang seperti ini. Lepas dari kegiatan politik, sebagai orang percaya saya yakin ini dari Tuhan. Karena di luar rencana saya. Di luar apa yang saya pikirkan selama ini dan ini adalah rencana Tuhan,” jawab NAP ketika ditanya alasan memilih PDIP sebagai tempat ‘berlabuh’.
Sebagai kandidat eksternal, ia mengaku siap dengan segala konsekwensi yang akan dihadapi. “Ada pepatah mengatakan, ’di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung’. Partai Demokrat di Minut hanya punya 4 kursi. Untuk mengusung calon, dia harus 6. Tentu kita harus melakukan komunikasi-komunikasi. Alangkah terbukanya ruang ini ketika kita belum melakukan komunikasi, kita sudah terundang,” jelas istri dari Ketua DPC Partai Demokrat Minut ini.
“Saya juga sudah mendatar kemarin di Demokrat. Proses-proses politik di PDIP secara pribadi saya harus mengikuti itu. Ini baru babak awal. Dan sambil secara pribadi saya berharap PDIP mau menerima Demokrat Minut untuk menjadi teman dalam rangka mengusung calon. Baik Bupati maupun Wakil Bupati di tahun 2015 ini,” sambungnya.
Ditanya apakah dirinya siap untuk diusung sebagai calon Wakil Bupati oleh PDIP, NAP meyerahkan sepenuhnya ke pimpinan PDIP. “Ketika saya sudah datang di rumahnya PDIP, tentu saya menyerahkan sepenuhnya kewenangan ke PDIP. Kan tidak mungkin seorang tamu mengatur tuan rumah. Disuguhkan apa saja kami minum,” kuncinya. (joyke watania)



































