Foto: Bupati dan Kapolres melakukan penandatanganan menolak aksi terorisme dan ISIS, kemarin. (ist)
Minut Tolak ISIS dan Terorisme
Airmadidi, ME
Gerakan penolakan terhadap paham radikal yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945, terus mewabah di jazirah utara Pulau Selebes. Setelah beberapa kabupaten/kota mendeklarasikan pembangkangan, kini giliran masyarakat di Kabupaten Minahasa Utara (Minut). Kabupaten besutan Bupati Drs Sompie Singal menolak aksi terorisme, gerakan radikal Islamic State Of Irak and Syria (ISIS) dan mendukung program Brenti Jo Bagate.
Hal ini dibuktikan dengan Apel Akbar masyarakat Minahasa Utara di lapangan kantor bupati. Semua elemen yang hadir secara bulat menolak dan mengutuk aksi radikal dan terorisme di Indonesia. Bupati Drs Sompie SF Singal MBA bertindak sebagai pembina apel.
Bupati Drs Sompie Singal MBA dalam sambutanya mengatakan, Pemerintah dan semua elemen masyarakat di Minahasa Utara sepakat menolak gerakan radikal ISIS dan terorisme serta mendukung program Brenti Jo Bagate. Apel ini kata Singal, untuk menyatakan kepada publik bahwa semua elemen masyarakat tidak kompromi dan tidak menerima gerakan radikal yang merusak kebersamaan, kenyamanan dan keadaan masyarakat Minahasa Utara. Gerakan radikal telah nyata merusak tatanan kehidupan di masyarakat. Aksi radikal ini juga, sudah jelas membawa korban jiwa dan merusak persatuan dan kesatuan bangsa, sehingga masyarakat harus bersatu untuk menolak aksi radikal dan terorisme.
“Aksi, paham dan idiologi radikal dan terorisme harus ditolak,” ungkap Singal.
Dalam apel tersebut, dirangkaikan dengan penandatanganan komitmen menolak aksi ISIS dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan masyarakat dan perwakilan jurnalis Minahasa Utara.
Hadir dalam apel tersebut, Ketua DPRD Berty Kapojos, Kapolres AKBP Eko Irianto SIK, Kajari Airmadidi Agus S. Sirait SH, Perwakilan Pengadilan Negeri Airmadidi, Dandim Bitung Letkol Rofiq Yusuf, para anggota DPRD Kabupaten Minahasa Utara, Sekretaris Daerah Ir Sandra Moniaga MSi, Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Ketua Panitia Pelaksana William Luntungan, Ketua Karang Taruna Christian Singal SKom MSi, organisasi FKPPI, organisasi kemasyarakatan lainnya, tokoh agama, tokoh masyarakat dan siswa SMA dan SMK.
Usai penandatanganan, dilanjutkan dengan aksi pelepasan burung merpati oleh Forkopimda dan disaksikan peserta apel akbar. (risky pogaga)



































