Dana IO Mencurigakan, Legislator ‘Serang’ Disparbud Minut


Airmadidi, ME

AROMA dugaan penyimpangan berhembus kencang di Bumi Klabat. Kucuran dana sekira Rp1,9 Miliar yang dialokasikan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Minahasa Utara (Minut) bagi penyelenggaraan festival paduan suara yang akan dihelat 18-20 Maret, terindikasi sarat penyimpangan.

Kecurigaan legislator terhadap alokasi dana yang dinilai berlebihan, didengungkan saat rapat dengar pendapat antara Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Minut, bersama pihak Disparbud. Disorot, alokasi dana Rp 1,9 Miliar dana Iven Organizer (IO). Wakil rakyat mendesak anggaran IO agar direvisi kembali, sebab dianggap berlebihan bahkan mencurigakan.

"Kami meminta Kadis (Kepala Dinas) lebih bijak dan jangan seenaknya menetapkan anggaran sebesar Rp1 Miliar lebih, hanya untuk IO. Padahal, banyak staf yang bisa diberdayakan untuk melakukan kegiatan. Atau jika perlu libatkan wartawan, sehingga kegiatan lebih tersosialisasi dengan baik," ketus Denny Sompie SE, Ketua Komisi C DPRD Minut.

Festival paduan suara yang akan diselenggarakan di Minut, kata dia, belum tersosialisasi luas. Sementara, dana yang disiapkan sangat besar. ”Sangat wajar jika kami mempertanyakan hal ini. Apalagi, dihubungkan dengan tugas DPRD dalam menjalankan fungsi pengawasan,” akunya.

"Dinas Pariwisata terlalu berlebihan menetapkan anggaran sebanyak itu, apalagi sejumlah kegiatan yang akan digelar banyak yang tidak mengetahui. Jangan-jangan, dana untuk IO itu hanya dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu, karena IO berasal dari Warukapas," kritik Sompie sembari menambahkan siap mengawal proses tersebut.

Untuk diketahui, Warukapas merupakan lokasi rumahnya Kepala Disparbud Minut Femmy Pangkerego.

Salah satu anggota Komisi C yang getol menolak alokasi dana ini, yakni Stevanus Prasetyo. "Saya salah satu yang menolak dana sebesar itu hanya akan diberikan kepada IO. Kami nantinya akan meneliti keberadaan itu apakah benar dari Warukapas atau tidak?. Sebab bisa saja IO ini hanya dalih," curiganya.

Sementara itu, Kadisparbud Minut melalui Sekretaris Dinas Dionesius Tangkilisan, mengatakan, masukan yang sudah diberikan dewan akan dipertimbangkan. Mengenai IO, jelas dia, masih akan dikoordinaskan dengan Kadis yang sementara mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) PIM II. "Pembahasan dan masukan ide dari dewan akan menjadi acuan untuk kami," kelit Tangkilisan yang ikut diiyakan sejumlah stafnya.(risky pogaga)



Sponsors

Sponsors