Musda KNPI Minut Dinilai Improsedural
OKP Banyak Tak Diundang
Airmadidi, ME
Musyawarah Daerah (Musda) ke-III Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Minahasa Utara (Minut) yang digelar akhir pekan lalu di Wisma Paslaten Kecamatan Kauditan, diwarnai kericuhan. Sejumlah OKP menilai pelaksanaan Musda improsedural.
Kekisruhan terjadi dikala Musda yang baru berjalan sekitar 10 menit, langsung dihujani interupsi. Adalah Pierson R, unsur DPD KNPI mempertanyakan terkait kehadiran OKP resmi yang setelah diketahuinya ada yang tak hadir karena tak diundang, bahkan ada yang terpaksa hadir meski tak diundang demi menegakkan kebenaran dalam Musda.
Ketegangan pun terjadi antara Pierson dan pimpinan sidang Markus Wantania, yang menolak Pierson karena dianggap tidak masuk dalam nama yang direkomendasi DPD KNPI Minut dalam Musda Minut. Tetap ngotot dengan argumennya, Pierson pun akhirnya dikenakan teguran pertama, kedua dan ketiga dan akhirnya dikeluarkan sebagaimana yang diperintahkan Markus kepada petugas keamanan. Melihat ini, sejumlah sesepuh KNPI Minut, angkat bicara.
"Musda ini terkesan sudah disetting sehingga banyak OKP yang sengaja tidak diundang," tandas senior KNPI Minut yang juga careteker Ketua KNPI Minut pertama, Leo Kalempouw, yang mengaku tak diundang panitia namun merasa harus hadir dan menyaksikan Musda.
OKP Karang Taruna Minut pun meminta Musda untuk ditunda dan berjalan sesuai etika berorganisasi. "Kalau pimpinan sidang bicara etika, harusnya kegiatan ini dari awal harus dimulai dengan etika. Undangan harus diberikan. Kalau seperti ini kan kesannya, sudah tidak baik terhadap OKP," ungkap Ketua Karang Taruna Minur, Christian Singal SKom, MSi.
Pengakuan yang sama pun disampaikan Sarhan Antili dari OKP Ansor dan Garda Bangsa. "Kami tak terima undangan. Ini sudah tidak beres," tandasnya yang dihubungi via selular. Pimpinan OKP lainnya, Sukri, mengaku dirinya mengetahui kegiatan ini dari mantan Ketua KNPI Minut Jeane Sompie.
Kejanggalan lainnya, pada saat penyampaian pertanggung jawaban pengurus yang lama, tahapan ini tidak digelar. Generasi muda yang hadir pun ikut mempertanyakan. "Ada 600-an juta dana yang harus dipertanggungjawabkan pengurus yang lama. Kalau tidak disampaikan dalam Musda ini tentunya kami mengusulkan ini ditunda," ungkap Jeane Sompie, mantan Ketua KNPI Minut.
Yang paling disesalkan, salah satu calon sengaja digugurkan panitia. Jerry T, OKP Fokusmaker, awalnya sudah mendaftar. Oleh panitia, tidak diberikan formulir namun oleh Markus Wantania, Jerry dibolehkan mendaftar hanya dengan menulis data diri pada selembar kertas HVS.
Namun saat tahapan pembacaan calon. Jerry akhirnya digugurkan karena tak mengisi formulir, dan tersisa satu calon, Audy Kalumata. Jerry pun memberikan klarifikasi di hadapan forum Musda, dan menjelaskan, dirinya tak pernah diberi formulir. "Tapi oleh Markus saya dibolehkan dengan hanya mengisi di kertas HVS," ungkapnya.
Sontak, usai Jerry menyampaikan hal itu, sejumlah OKP dan sejumlah sesepuh KNPI Minut, angkat kaki alias walk out dari ruang Musda."So nda beres kalo so bagini. Lihat juga careteker Ketua Kecamatan terkesan dipaksakan dengan orang-orang dari salah satu calon. Padahal pengurus Kecamatan yang lama masih ada," semprot Welly Mantiri, salah satu OKP yang menilai kejanggalan Musda, diamini OKP Purna Paskibraka Indonesia Kabupaten Minut, yang sempat hendak mencabut mandatnya dalam Musda.
Winovel Lotulung, senior KNPI Minut pun menilai, kegiatan ini harusnya berjalan sesuai etika. Dirinya juga menyesalkan adanya aksi petugas keamanan yang sengaja dibentuk panitia yang terkesan menjurus premanisme. Diivestigasi media ini, ada OKP yang diduga sengaja dibentuk untuk mendukung calon tertentu dan ketuanya bukanlah warga Minut melainkan asal Manado yang masih Mahasiswa. "Saya cuma diajak teman," ungkap pemuda yang tak familiar di Minut ini. "Kami (DPD KNPI, red) menunggu surat dari teman-teman OKP terkait protes kegiatan Musda. DPD akan merapatkannya dan nantinya memutuskan terkait Musda ini," tandas Wakil Ketua DPD KNPI Sulut, Steivi Suawa. (risky pogaga)



































