"Pemberi dan Penerima Sama-sama Masuk Neraka"
Dari Rakor Panwaslu Boltim
Tutuyan, ME : Badan Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) kerjasama pengawasan Partisipatif terhadap Politik Uang dalam Pemilu 2014 yang diselenggarakan di Hotel Gran Puri Manado, Sabtu (28/12/2013).
Dalam Rakor ini selain Panwas Kecamatan Panwas lapangan, juga melibatkan perwakilan-perwakilan Partai, Tokoh Masyarakat (Tokmas) Tokoh Agama. Juga hadir dua tokoh Agama. Dari Agama Islam Muhammad Subekti.S.Ag.S.Pd.SE.MM dan dari Agama Kristen Pdt Christina Raintama.S.Th.M.Th.
Pdt Christina dalam Pandangannya, sesuai Agama Kristen mengatakan, politik itu lumrah, sebab mensejahtrakan rakyat. Money Politik (Politik Uang red) adalah usaha untuk mempengaruhi demi meraup suara terbanyak. Dalam Alkitab itu adalah suap, baik yang memberi dan menerima sama-sama dapat hukuman.
"Siapa saja yang memberi dan yang menerima sama-sama mendapat hukuman dalam Alkitab itu adalah suap," tegasnya.
Senada dikatakan oleh tokoh Agama Islam Muhammad Subekti, bahwa pemberi dan penerima sama-sama masuk neraka.
"Jadi memang bahwa bentuk apa saja yang di berikan oleh caleg kepada penerima sama-sama masuk neraka," jelasnya.
Subekti menambahkan, marilah berikan pemahaman agar kita akan bersih ditahun-tahun politik selanjutnya, dan semoga dalam mengawasi pemilihan legislatif 2014 akan tidak ada lagi money politik. (Rahman Igirisa)
Foto: Tokoh-Tokoh Agama saat memberikan materi.



































