Dispencapil Minahasa Layani Ribuan Orang Per Minggu
TONDANO, ME : Pengurusan administrasi kependudukan di Dinas kependudukan dan Catatan Sipil (Dispencapil) Kabupaten Minahasa meningkat. Pelayanan administrasi kependudukan yang membludak didominasi oleh permohonan pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK) dan Akte Kelahiran.
Data yang diperoleh ManadoExpress.com melalui nomor antrian, warga yang datang melakukan pengurusan administrasi kependudukan di instansi tersebut pada Selasa (10/06/2014) hingga pukul 12.00 WITA bahkan sudah mencapai 200-an orang.
“Pegawai di sini memang harus ekstra kerja keras. Setiap harinya ada ratusan warga yang datang melakukan pengurusan. Apalagi pada hari-hari tertentu semisal hari Senin sampai Rabu, pengurusannya bisa mencapai 400-an orang. Jadi kalau di hitung-hitung setiap minggunya, ada ribuan warga yang harus kami layani,” ungkap Kepala Dispencapil Minahasa, Drs Riviva Maringka.
Meski jumlah pemohon membludak, namun kata dia, pihaknya tidak pernah mempersulit proses pengurusan administrasi kependudukan warga. Walaupun sebenarnya, lanjut Maringka, jika harus ikut ketentuan Standard Operasional Prosedur (SOP), prosesnya paling lambat tiga hari sejak pengajuan permohonan disampaikan.
“Bagi warga yang sudah melengkapi dokumen persyaratan, permohonan pengurusan akan diupayakan untuk segera dibuat hari itu juga dan segera ditandatangani tanpa dipungut biaya alias gratis. Kasihan juga jika warga harus bolak-balik apalagi yang datang dari tempat jauh. Memang sudah menjadi kewajiban bagi kami untuk memberi pelayanan prima bagi masyarakat yang ingin dilayani,” ungkapnya.
Disinggung soal jumlah pegawai di instansi tersebut, dirinya mengatakan hanya mempunyai 26 pegawai. Namun menurutnya jumlah tersebut sudah memadai untuk melayani ratusan masyarakat setiap harinya. Untuk mengatasi keterbatasan jumlah, diakuinya bahwa seluruh pegawai telah dibekali dengan pengetahuan IT.
“Dengan teknologi informasi yang dimiliki, semua pengurusannya jadi lebih mudah. Makanya semua pegawai di sini dilengkapi dengan pengetahuan IT. Minimal mampu untuk mengoperasionalkan komputer,” kata Maringka.
Namun begitu, dirinya juga tak menampik bila dalam proses pengurusan administrasi kependudukan masih sering mendengar keluhan dari warga yang tak puas dengan pelayanan yang diberikan.
“Kalau masalah puas atau tak puas dengan pelayanan itu soal biasa. Pemikiran setiap orang kan berbeda. Ada yang merasa sangat puas namun ada juga yang tidak. Yang terpenting bagi kami yaitu bagaimana memberikan pelayanan prima bagi masyarakat,” pungkasnya. (Jeksen Kewas)
Foto : Suasan pelayanan di Disdukcapil Minahasa.(Insert: Kadis Dukcapil Minahasa, Drs Riviva Maringka)



































