Warga Terima Raskin Tidak Layak Komsumsi
AMURANG, ME : Warga di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) mengeluh. Jatah Beras Miskin (Raskin) yang disalurkan untuk rumah tangga sasaran (RTS) penerima manfaat (PM) di tempat mereka sudah tidak layak komsumsi.
Trisna, warga Desa Pinaling, Kecamatan Amurang Timur, menyatakan, kaget seteah melihat beras dalam kemasan 15 Kg miliknya, yang disalurkan perangkat desa kualitasnya jelek, sudah rusak, berbau dan ada kutu berasnya. Dia menyayangkan sikap pemerintah desa yang tidak sigap ketika menerima distribusi Raskin tersebut dari penyalur bulog.
"Yang saya dengar, seharusnya sebelum diturunkan Hukum Tua (Kumtua) memeriksa dulu kualitas beras tersebut. Kalau bagus diturunkan, kalau jelek ya dikembalikan," tegasnya kepada wartawan, Kamis (13/23/2014).
Dia menyatakan, selama beberapa bulan terakhir raskin yang disalurkan kualitasnya baik dan layak konsumsi. Tapi sekarang, semua raskin yang diterima dikeluhkan warga karena kualitasnya yang jelek.
"Semua warga mengeluh, mau kembalikan lagi ke perangkat desa tapi kami malu. Kalau berasnya seperti ini, kami tidak akan komsumsi, mendingan dikasih ke ayam saja," keluhnya.
Bukan hanya kualitasnya jelek. Jatah yang seharusnya mereka terima 75 Kg sesuai dengan surat edaran Menkokesra, tenyata oleh Kumtua hanya disalurkan 15 Kg saja. Harganya pun sudah tidak sesuai dengan harga yang ditertapkan pemerintah yakni Rp. 1.600 per Kg. Namun oleh pemerintah desa dinaikan menjadi Rp. 2.000 per Kg.
"Harga untuk 15 Kg Rp. 30.000. Kami tidak tahu harga sebenarnya Rp. 1.600 per Kg. Begitupun untuk jatah Raskin per RTS PM untuk alokasi 5 bulan kami tidak tahu, tidak ada pemberitahuan sama sekali kepada kami," sesal Jece, warga yang lainnya.
Saat akan dikonfirmasi, lagi-lagi Kumtua sedang tidak berada ditempat. Begitupun saat dihubungi lewat telepon seluler, nomornya sedang dialihkan. (Jerry Sumarauw)



































