Tingkatkan Perekonomian, Ingin Perjuangkan Infrasruktur Jalan


AMURANG, ME : Ir. Izaac Habibuw, mantan Kepala Dinas (Kadis) Perkebunan Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) dan Ternate, kini merambah dunia politik. Ia bergabung dengan Partai Gerindra untuk mengikuti pesta demokrasi Pemilu 9 April mendatang.

 

Karirnya sebagai Birokrat sempat tersendat lantaran peristiwa kerusuhan Ternate tahun 1999. Sebelum menjadi Kadis Perkebunan Minsel, ia pernah menjabat sebagai Kadis Perkebunan Ternate. Habibuw bersama Keluarga terpaksa harus mengungsi ke Minahasa, setelah situasi Ternate kala itu sudah tidak aman lagi.

 

Saat tiba di Minahasa dia dan Keluarga menetap di Desa Matani Kecamatan Tumpaan. Karirnya sebagai pejabat kembali dirintisnya sebagai pelaksana di Dinas Pertanian Minahasa sebagai Kepala Seksi, dan setahun kemudian diangkat menjadi Kepala bidang.

 

Tahun 2013, terjadi pemekaran wilayah dimana Kabupaten Minsel menjadi daerah otonom yang baru. Habibuw pun pindah tugas ke Minsel, kembali status jabatannya harus turun menjadi pelaksana masih di instansi yang sama yakni Dinas Pertanian dan Peternakan sebagai kepala Seksi.

 

Setahun kemudian, kembali ia diangkat menjadi Kepala Bidang Perkebunan di Dinas Kehutanan dan Perkebunan. Dan akhirnya pada tahun 2005 dia dipromosikan menjadi Kadis Perkebunan.

 

Setelah malang melintang di dunia birokrasi, Habibuw memasuki masa pensiun sebagai PNS sejak tahun 2011. Begitu pensiun, ia langsung bergabung dengan Partai Gerindra.

 

Habibuw terpanggil untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat.

 

Ia merambah dunia politik dan masuk menjadi Caleg untuk DPRD Minsel lewat daerah pemilihan 5 yang meliputi Kecamatan Tumpaan, Tatapaan, Tareran dan Suluun Tareran.

 

Walaupun tergolong baru didunia politik, namun sepak terjangnya, patut diperhitungkan dalam Pemilu. Dia memutuskan maju sebagai caleg karena adanya dorongan dari masyarakat.

 

"Masyarakat yang mendukung saya untuk bertarung dalam Pemilu. Atas dukungan tersebut saya termotivasi untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat, dan mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Minsel," katanya.

 

Banyak aspirasi masyarakat yang tidak diperhatikan. Yang menjadi perhatian adalah infrastruktur jalan. Menurut dia, untuk menjawab aspirasi masyarakat hal tersebut harus dibuktikan.

 

"Menjadi seorang wakil rakyat di DPRD harus memperjuangkan kepentingan masyarakat. Saat ini banyak aspirasi masyarakat yang terabaikan salah satunya infrastruktur jalan," terangnya.

 

Dia mengungkapkan, jika terpilih sebagai anggota DPRD, yang menjadi prioritas baginya adalah Infrastruktur jalan. Menurutnya, masih banyak jalan rusak di Kabupaten Minsel yang belum diperbaiki pemerintah. Padahal jalan tersebut menjadi pengerak perekonomian diwilayah ini.

 

"Bagaimana masyarakat akan pasarkan hasil mereka kalau jalan rusak. Inilah yang harus diperjuangkan. Jika infrastruktur jalan bagus tentu akan meningkatkan perekonomian daerah disektor Pertanian, Perkebunan dan Kelautan," ujar Habibuw. (Jerry Sumarauw)



Sponsors

Sponsors