Meja Anggota DPRD Minsel Dirusak


Amurang, ME

Kasus pengerusakan meja terjadi di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel). Diduga perusakan ini buntut dari perselisihan antara sesama anggota legislatif, Jerie Pangkey dan Stefanus Lumowa beberpa waktu lalu. Keduanya merupakan kader PDIP.

Pada pertengahan Februari lalu, Lumowa yang juga Ketua Komisi II DPRD Minsel ini mengaku menerima ancaman serta tindakan yang membahayakan nyawanya yang dilakukan oleh sesama anggota dewan yaitu Jerie Pangkey.

Tak berselang lama, Kantor DPRD kembali dihebohkan dengan kedatangan puluhan orang berbaju hitam ke Kantor DPRD pada Senin (21/2) sore kemarin. Diperkirakan ada sekitar 20 orang datang bersama dengan Stefanus Lumowa masuk ke ruang Komisi III dan langsung melakukan pengerusakan beberapa inventaris kantor berupa meja milik Pangkey dan anggota dewan lainnya Billy Regar.

Insiden ini langsung menyebar di media sosial facebook. Banyak kalangan menyayangkan peristiwa ini bisa terjadi. Apalagi ini dilakukan di kantor yang seharusnya jadi tempat menyampaikan aspirasi masyarakat.

Terkait masalah ini, Lumowa ketika dikonfirmasi, membantah jika dia membawa puluhan orang tersebut. Dia mengaku apa yang diberitakan di media sosial tidak sepenuhnya benar.

"Saya datang duluan. Jadi tidak membawa pasukan yang berbaju hitam tersebut," kata Lumowa saat memberi keterangan, Selasa (21/2).

Belum diketahui pasti apa penyebab sehingga hubungan kedua politisi PDIP ini menjadi kurang harmonis. Yang jelas Lumowa mengungkapkan sudah melaporkan apa yang dilakukan Pangkey ke ranah hukum. Karena menurut dia hal tersebut sudah termasuk dalam percobaan pembunuhan.

"Kaca yang dilemparkan langsung kena ke tubuh saya. Untung hanya lecet-lecet," terangnya.

Sayangnya Pangkey belum dapat memberi keterangan karena saat dihubungi via telepon tidak aktif.

Sementara itu diwawancara terpisah, Wakil Ketua DPRD Minsel, Rommy Pondaag mengatakan telah melakukan rapat dan menyerahkan sepenuhnya penyelesaian masalah antara kedua anggota dewan ini kepada Badan Kehormatan.

"Nantinya kami akan memanggil dan meminta keterangan kepada keduanya. Untuk urusan mau dilaporkan atau tidak, intinya kami harapkan ada perdamaian," ujar Pondaag. (jerry sumarauw)



Sponsors

Sponsors