Cuaca Kembali Normal, Nelayan Melaut Lagi
AMURANG, ME : Pasca gelombang tinggi dan angin kencang yang terjadi bulan lalu, nelayan di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), mulai melakukan aktifitas melaut. Sudah hampir dua minggu cuaca sudah kembali normal.
Fentje Sigar, salah satu nelayan asal Kelurahan Ranomea Kecamatan Amurang, Jumat (7/2/2014) mengatakan, saat ini gelombang laut sudah redah. Aktifitas sebagai nelayan kembali dijalaninya untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga yang sudah hampir satu bulan tidak ada pemasukan sama sekali.
"Bersyukur karena hampir satu bulan saya tidak melaut. Setelah ombak dan angin redah saya kembali melaut. Sudah dua minggu saya melaut, berangkat pagi, pulang sore," jelas Fentje sambil mengangkat hasil tangkapannya.
"Saat melaut, biasanya saya menunggu sampai malam, tapi karena cuaca yang tidak menentu, saya harus balik kedarat sebelum malam. Kalau siang situasi lautan masih bisa dilihat. Kalau sudah malam situasinya sudah beda," sambungnya.
Dijelaskannya, meskipun sudah bisa melaut, namun tetap waspada, karena saat ini tiupan angin barat masih berpotensi menimbulkan gelombang tinggi. Minggu pertama melaut, pasca ombak besar dan angin kencang, dirinya tidak mau mengambil resiko menginap dilaut lepas.
"Minggu lalu saya masih takut menginap ditengah laut. Sekarang sudah menginap, karena cuaca sudah kembali normal. Kemarin saya berangkat pagi, kebetulan ini baru tiba dengan hasil tangkapan yang cukup banyak," ujarnya.
Senada disampaikan Veki Rumengan, menurutnya saat ini cuaca sudah memungkinkan mereka untuk kembali mencari nafkah sebagai nelayan. Meski sudah bisa melaut, namun dirinya tetap melihat kondisi laut yang menurut dia belum stabil. Jika sewaktu-waktu datang angin, mereka harus kembali kedarat.
"Cuaca memang tidak menentu, jika datang angin kencang dari jauh saya sudah bisa lihat. Antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, harus kembali kembali kedarat secepat mungkin. Tapi bersyukur, sudah dua minggu melaut cuaca sudah kembali normal," tukasnya.
Ia mengatakan, dengan cuaca seperti ini, dalam seminggu, satu sampai dua kali melaut. Meskipun hasil yang didapat akhir-akhir ini belum memuasakan, tapi sudah bisa membiayai kebutuhan rumah tangga.
"Setiap kali melaut hasil yang didapat mencapai Rp. 1,4 juta. Namun hasil itu belum hasil bersih, karena masih akan dipotong biaya bahan bakar Rp. 300 Ribu, kemudian hasilnya dibagi dua," tandas Veki. (Jerry Sumarauw)
Foto : Para nelayan saat sedang menurunkan hasil tangkapannya di teluk Amurang



































