Nelayan Antar Maxi ke 'Rumah Terakhir'

Pekabung Tumpah Ruah di Ibadah Pemakaman


Tondano, ME

Ibadah pemakaman Maxi Kalo Waani, korban tenggelam di Danau Tondano, dibanjiri pekabung. Ibadah dipimpin ketua jemaat GMIM 'Tiberias' Kiniar Pdt. Winda Walalangi STh.

Dalam Khotbahnya, Walalangi menyampaikan agar keluarga tetap kuatkan diri, berdoa agar keluarga disertai oleh Tuhan. "Tuhan Engkau sertai keluarga yang ditinggalkan, berkati juga jalannya acara-acara seterusnya supaya berlangsung dengan baik," pinta Walalangi dalam doanya.

Pemakaman di mulai lebih awal dari waktu yang ditentukan yakni pukul 14.00. Sebelum jam dua siang, para pekabung sudah memenuhi rumah duka. "Ibadah sudah dimulai lagi 10 menit jam 2 tadi. Memang sudah tidak bisa menunggu lama lagi, karna waktu di rumah sakit ada mo ukur jenazah sudah mulai menguap," ujar Royke Worek camat Tondano Timur yang mengkoordinir acara pemakaman.

Ibadah kemudian dilanjutkan diladang pekeburan yang dituntun oleh Pnt Robert Kumenti. Kereta jenazah ditarik teman-teman nelayan almarhum ke 'rumah terakhir', Pekuburan Umum Ranowangko, sebagai bentuk penghormatan.

"Pekabung sangat banyak hari ini, memang semenjak hari pencarian seluruh masyarakat sudah sangat berempati sekali kepada keluarga," terang Camat Royke Worek.(arfin tompudung)



Sponsors

Sponsors