Foto: Jenazah saat diturunkan dari mobil ambulance.
Isak Tangis Sambut Jenasah Maxi di Rumah Duka
Tondano, ME
Suasana duka menyelimut rumah keluarga Waani-Pakasi di Kelurahan Kiniar, Tondano Timur. Tangis kesedihan tak dapat dibendung saat jenazah, Maxi Kalo Waani, tiba dirumah duka. Semua mata tertuju pada sebuah peti berwarna putih yang diturunkan dari mobil ambulace, setelah sebelumnya jenasah di evakuasi ke Rumah Sakit.
Teriakan histeris dan linangan air mata isteri dan anak korban terurai, ketika jenazah di turunkan dari mobil ambulance. "Kalo.. oh Kalo..," seru Yeni Pakasi, istri korban.
"Papaaa.....," seru keempat anak perempuan korban.
Masyarakat sekitar dan keluarga besar korban pun ikut larut dalam kesedihan. Mereka ingin melihat untuk terakhir kalinya jenazah Kalo, sapaan akrab Maxi, namun tak dijinkan oleh petugas basarnas karena sudah disterilkan.
"Ini peti so nimbole month buka karna kalu month buka takutnya ada virus bisa terkena kepada orang lain," ucap Jeffry Mambu Ketua SAR Minahasa.
Empi Waani, saudara kandung korban merasa sangat kehilangan sosok pria tangguh yang berjuang untuk istri dan ke empat anaknya dalam membangun keluarga walaupun sakit-sakitan.
"Kita ada tanya kwa pa dia bagimana sehat-sehat jo, mar dia bilang nda apa-apa kwa. Dia kan dari sana so saki-saki," ungkap Empi.
Sementara itu, Yeni Pakasi isteri korban mengatakan bahwa korban sering mengalami penyempitan jantung. Ia sering merasa sakit di bagian dada.
"Dia kan ja ba datang-datang tu saki, dia kwa ja ba dapa penyempitan di jantung, lengkali kalu so dapa dia somo ba bilang, Yen...yen, so saki tu dada ambe akang aer," terangnya.
Rencananya pemakaman jenazah akan akan dilaksanakan hari ini Rabu (18/2). "Rencana pemakaman akan dilakukan hari ini secepatnya jam 2 siang, kami sudah umumkan lewat pengeras suara," terang Jenny Pratasik Lurah Kiniar.(Arfin Tompudung)



































