'Maxi Minta Lia-lia Akang tu Rumah'


Tondano, ME

Semasa hidup, Maxi Kalo Waani, korban tenggelam di Danau Tondano, adalah seorang pekerja keras. Bersama istri dan empat orang anak, mereka berjuang membangun kehidupan keluarga. Danau Tondano dan hasil pertanian menjadi tempat mereka menaruh harapan masa depan. Sebuah rumah di pinggiran Danau Tondano menjadi ‘istana’ keluarga Waani-Pakasi.

Hidup yang berkecukupan menjadi motivasi sang kepala rumah tangga untuk kerja keras setiap hari, walau kadangkala sakit yang diderita kambuh. "Masih pagi-pagi le dia so berangakat ka danau. Dia pe kebiasaan hari-hari cuma itu noh. Jadi kita komang tu ja pi ba pacol di kobong, batani," ujar Yeni Pakasi, istri korban.

"Lengkali kwa dia ja dapa penyempitan di jantung," tambah Yeni.

Dikatakan Yeni, beberapa hari yang lalu mereka berdua mengambil bambu sebagai tempat untuk memelihara ikan. "Dia bilang pa kita mo pi ambe bulu ada mo beking tu apa itu tampa ikang, sana so ta kumpul di situ tu bulu-bulu," ungkap Pakasi.

Ada kalimat yang sering terucap dari mulut Maxi kepada istrinya. Sebuah permintaan agar istrinya merawat dan menjaga rumah mereka kala ia pergi. "Dia ja bilang pa kita: ja lia-lia kasana akang tu di rumah, kalu dia somo kaluar," ujarnya.(arfin tompudung)



Sponsors

Sponsors