Foto: Arya Perdana
Komitmen Kapolres Minsel Bersihkan Layanan Publik Dari Pungli
Amurang, ME
Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), AKBP Arya Perdana menyatakan komitmennya dalam membersihkan layanan publik dari pungutan liar (Pungli). Pernyataan tersebut disampaikan Perdana saat mengukuhkan tim Saber Pungli (sapu bersih pungutan liar), di Makopolres Minsel, Selasa (22/11).
"Semua jenis pungli harus ditindak. Berdasarkan landasan Yuridis Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2016, disebutkan bahwa Tim Saber Pungli memiliki kewenangan untuk melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap kejahatan pungli," tegas Perdana.
Dengan pengukuhan ini masyarakat bisa tahu bahwa di Kabupaten Minsel sudah ada Saber Pungli. Tim ini anggotannya berisikan 25 orang yang diambil dari Pemkab Minsel, Polres dan Kejari. Bupati Minsel Christiany Eugenia Paruntu menjadi Ketua Tim Saber Pugli.
"Seperti yang sudah ditegaskan Kapolri, target dari tim ini adalah pungli dilayanan publik seperti masalah sertifikat, pengurusan KTP, SIM dan semua yang berhubungan dengan layanan publik termasuk layanan publik birokrasi pemerintahan," kata Perdana.
"Selain menjalankan fungsi Intelijen, pencegahan, penindakan dan yustisi, tim Saber Pungli juga memiliki wewenang untuk melakukan OTT terhadap setiap kejahatan pungutan liar, karena hal ini diatur dalam Pasal 4 huruf D Perpres 87 Tahun 2016," sambung Perdana.
Untuk itu dia mengimbau segenap aparat pemerintahan untuk menghindari praktik-praktik pungli dalam sistem pelayanan publik. Dia juga berpesan kepada masyarakat ketika menemukan adanya praktik pungli segera melaporkan di nomor hotline 08229294733 dan 082292943200 atau bisa juga di aplikasi AREA Polres Minsel.
"Mari bersama-sama kita menyatukan komitmen untuk bersih dari segala jenis pelanggaran bahkan tindak pidana yang dapat mempermalukan pribadi, keluarga ataupun lembaga dimana tempat kita mengabdi," pesan Perdana.
Sementara itu Kasat Reskrim Polres Minsel, AKP M. Ali Tahir mengatakan dengan dikukuhkannya Tim Saber Pungli, mulai hari ini pihaknya langsung menjalankan operasi.
"Sejak diinstruksikan Presiden, kita sudah mengumpulkan keterangan pungli. Dan itu tidak akan dibuka ke media karena baru penyelidikan kita masih mengkaji benar tidak informasi tersebut," ungkap Tahir.
Operasi ini dikatakan Tahir nantinya lebih cenderung pada OTT. Cara ini menurut dia lebih pada untuk membuktikan bahwa benar tidaknya terjadi pungli.
"Ada juga informasi torang terima. Torang coba kaji lebih dalam bisa tidak itu tanpa OTT dibuktikan asalkan saksi-saksinya lengkap terus terstruktur masif dan jelas itu baru bisa ditindak," tukasnya. (jerry sumarauw)



































