Foto: Ilustrasi
Bentrok Antar Warga Di Tompasobaru, Satu Orang Tewas Tertembak
Tompasobaru, ME
Bentrok antar warga terjadi di Kecamatan Tompasobaru yang melibatkan Desa Tompasobaru Satu dan Desa Kinalawiran Kecamatan Maesaan, Minahasa Selatan (Minsel), Minggu (18/9) subuh. Satu warga tewas dan dua aparat kepolisian kena tembakan.
Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Minsel, AKBP Arya Perdana mengatakan, bentrokan terjadi, terkait hasil Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) di Desa Tompasobaru Satu. Dimana dalam pelaksanaan Pilhut 31 Agustus lalu, ada kubu yang tidak menerima kekalahan.
"Jadi tadi malam ada keributan antara Desa Kinalawiran dengan Tompasobaru Satu. Desa Kinalawiran ini gabungan dengan pendukung yang kalah. Sekitar pukul 1.30 WITA mereka menyerang kubu yang menang. Akibat bentrokan ini menyebabkan satu orang meninggal dunia," jelas Perdana saat memberi keterangan kepada manadoexpress.co, Senin (19/9).
Saat terjadi bentrokan aparat kepolisian berusaha melerai kedua kubu yang bertikai. Dua aparat kepolisian terkena tembakan senjata angin rakitan (modifikasi) dibagian tangan dan kaki dan langsung dilarikan ke rumah sakit bhayangkara Manado.
"Mereka ributnya di SPBU, jadi kita juga melindungi aset obyek vital," tutur Perdana.
Dia menjelaskan, dalam keadaan terdesak Wakapolsek akhirnya mengeluarkan tembakan peringatan beberapa kali tapi tidak diindahkan. Kanit Intel juga memberi tembakan peringatan tapi justru tembakan dari senapan angin rakitan makin gencar, begitu juga batu dan 'panah wayer' yang digunakan warga.
"Setelah bubar ada satu korban yang diduga terkena luka tembak. Korban kemudian dibawah ke rumah sakit. Di dalam kendaraan ambulans saat menuju rumah sakit korban meninggal," kata Perdana.
Banyak senapan angin rakitan dan adanya tembakan peringatan belum dipastikan peluru tersebut milik siapa. Dia mengatakan pihaknya akan bersifat netral dan tidak mendukung pihak siapapun.
"Korban sudah diotopsi di rumah sakit Prof Kandou dan kami menemukan ada peluru di dalam tubuh korban. Namun kita belum tahu peluru ini dari senjata jenis apa. Peluru sudah dikeluarkan dan sementara diperiksa jenis peluru yang ada," jelasnya.
Korban yang tewas adalah Lerry Limpele (26) warga Desa Kinalawiran. Sementara dua polisi yang terkena tembakan adalah Stevi dan Milko keduanya bertugas di Polsek Tompasobaru.
"Saat ini situasi sudah kondusif. Untuk pengamanan, saat ini ada dari Polres, Polsek dan BKO Polda. Total ada 150 anggota disiagakan di sana," ujar Perdana. (jerry sumarauw)



































