Anaknya Hilang, Feiby Mengadu Ke Pemkab Minsel
Amurang, ME
Seorang Ibu mengadu ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Selatan (Minsel), Senin (1/8) atas kehilangan anak perempuannya JR (13). Anaknya hilang saat masih dalam perawatan insentif di salah satu rumah sakit di Kota Bitung pada 10 Juli lalu.
Feiby Rauan orang tua JR warga Desa Tangkunei, Kecamatan Tumpaan, meminta bantuan Pemkab Minsel untuk mencari tahu anaknya yang sampai saat ini tidak tahu keberadaannya. Dia menduga ini merupakan penculikan karena sudah kedua kalinya anaknya mengalami hal serupa.
"Pada penculikan pertama terjadi 5 Mei dan baru ditemukan 15 hari kemudian. Anak saya harus mendapatkan kekerasan seksual diperkosa dan mengalami depresi berat sehingga harus mendapatkan perawatan selama satu bulan di rumah sakit," ungkap ibu empat anak ini.
Dia menuturkan, para tersangka penculikan sudah ditangkap dan akan segera masuk proses sidang. Namun sebelum naik sidang anaknya kembali mengalami kekerasan fisik yang dilakukan orang tak dikenal sehingga menyebabkan matanya bengkak dan kaki tidak bisa jalan.
"Akibat kekerasan tersebut anak saya kembali harus masuk rumah sakit. Dan saat dalam proses perawatan anak saya kembali hilang. Padahal saya hanya ke kamar mandi sebentar saat kembali anak saya sudah tidak ada. Saya tanya perawat mereka juga tidak tahu," ceritanya.
Sebenarnya dia menjelaskan hal ini tidak akan terjadi, apabila anaknya jadi masuk rehabilitasi. Karena pada saat perawatan satu bulan dari Perlindungan Anak Kota Bitung menjanjikan anaknya akan dibawah ke tempat rehabilitasi di Manado untuk menghilangkan trauma.
Namun kenyataannya setelah keluar rumah sakit justru anaknya disuruh balik ke rumah dan akan dimasukan ke rehabilitasi setelah proses sidang selesai. Sekarang sudah hampir sebulan anaknya tak kunjung ditemukan dan membuatnya kuatir. Hal ini juga menurutnya sudah dilaporkan ke Polsek Bitung yang menangani kasus tersebut. Namun sampai saat ini belum ada kejelasan.
"Pada waktu itu dia pe trauma kan masih parah, jadi ketika ditawarkan akan dibawah ke rehabilitasi saya senang karena pikirannya bisa tenang, ketika menghadapi sidang dia pe stres hilang. Coba kalau sudah di tempat rehabilitasi pasti aman karena diawasi. Peristiwa ini sudah dilaporkan ke Polres kemudian diserahkan ke Polsek," jelasnya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Danny Rindengan yang mendengar langsung keluhan tersebut berjanji akan membantu memberikan pendampingan dengan menunjuk Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) untuk memfasilitasi masalah ini dengan Pemkot dan Polres Bitung.
"Tentu kami akan membantu karena ada keluhan warga seperti ini. Makanya kami tugaskan BP3AKB untuk sama-sama mendampingi ibu ini untuk berkoordinasi dengan Polsek yang menangani kasus tersebut. Kami harapkan tentu ada koordinasi dan kerjasama yang baik sehingga anak yang hilang ini dapat ditemukan," tandasnya. (jerry sumarauw)



































