Dua Pelaku Doger Tersungkur Diterjang Peluru Polisi


Manado, ME

Tim Resmob Manguni Polda Sulut berhasil mengungkap pencurian anjing (doger) yang sering meresahkan warga. 2 pelaku berhasil diringkus, Rabu (25/5/2016) dinihari. Kedua pelaku yang dimaksud adalah FL alias Idel (24), warga Desa Warembungan Jaga XII, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa dan GM alias Glen alias Epas (22), warga Kelurahan Pakowa, Lingkungan III, Kecamatan Wanea, Manado.

 

Kepala Tim Manguni Bravo Iptu Dorman Liow mengatakan, penangkapan terhadap kedua pelaku berawal dari laporan warga yang menghubungi polisi dan mengatakan ada pelaku doger yang beraksi di perum Minanga Kelurahan Malalayang Dua. Informasi itu direspon dan langsung melakukan pengejaran. "Kami dapatkan identitas mereka dan lakukan pengejaran. Keduanya beraksi hanya menggunakan sepeda motor saja," ujar dia di Mapolresta Manado, Rabu (25/5) siang.

 

Saat dilakukan penangkapan di Kelurahan Pakowa Bawah, kedua pelaku sempat melawan dengan menunjukkan senjata tajam (sajam). Tapi setelah mengetahui yang dihadapi polisi, keduanya lalu berusaha melarikan diri. "Terpaksa kami lumpuhkan dengan menembak kaki mereka," terang Liow.

 

Dari penangkapan itu, Tim anti bandit ini berhasil mengamankan satu unit sepeda motor Honda Beat putih-biru bernomor polisi DB 3483 LU, yang digunakan untuk mencuri. Juga ikut disita barang bukti 5 ekor anjing yang sudah mati bersama potas serta sebilah pisau badik yang sering dipakai untuk menakuti warga apabila kepergok ketika beraksi.

 

"Keduanya residivis, bahkan komplotan mereka sempat ada yang tertembak mati karena melawan polisi saat beraksi di Kawangkoan," tambah Liow.

 

Diketahui, Epas merupakan Residivis kasus pembobolan rumah dan divonis 10 bula penjara, dan ia baru menghirup udara bebas pada 2014 silam. Sedangkan pelaku Idel, diketahu Residivis Curanik dan mengaku baru kali ini terjun menjadi pelaku Doger.

 

Saat diwawancarai awak media pelaku Epas mengaku dalam menjalankan aksinya selalu melakukan survey sebelumnya. Setelah itu malamnya beraksi dengan menebar ikan yang sudah dicampuri potas. "Anjing yang makan akan mati atau pingsan, kalau masih bergerak kami pukul kepalanya hingga mati dan masukkan ke dalam karung," akunya. Anjing yang berhasil dicuri kemudian dijual dengan harga Rp180 - 200 ribu perekor. Hasilnya kemudian dibagi rata dengan rekan kerjanya. Biasanya dapat 5 sampai 10 ekor sekali jalan, jelasnya. (Rhendi Umar)



Sponsors

Sponsors