Waspada, Ada Penipuan Kupon Undian Berhadiah Mobil di Amurang
Amurang, ME
Penipuan undian berhadiah mobil kini mulai mengintai warga Amurang. Salah satu modus yang digunakan adalah dengan cara menyebarkan kupon berhadiah di kemasan produk makanan dan bahan rumah tangga lainnya. Aksi penipuan ini terbilang profesional karena dalam kupon yang beredar seolah-olah dari perusahaan memang memberikan hadiah kepada konsumennya.
Seperti yang diceritakan Ronald Lutham warga Amurang, saat membeli satu produk makanan dia mendapati ada kupon berhadiah mobil dalam kemasan tersebut. Namun setelah dihubungi dia diminta harus mentransfer sejumlah uang dengan alasan untuk biaya balik nama, ongkos kirim dan pajak. Sebelum hadiah mobil diberikan pemenang harus membayar Rp.50 juta.
"Waktu kita buka dia pe bungkus, itu kupon ada di dalam. Pertama kita senang lantaran mo dapa hadiah oto. Mar setelah baca harus bayar 50 juta kita mulai curiga. Apalagi alamat yang tertera di kupon nyanda sama dengan yang ada di kemasan," ungkap Lutham.
"Setelah cek di telephone yang ada di kemasan, pihak perusahaan membantah mengadakan kupon undian. Dari situ kita tau itu kupon dari penipu," sambungnya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Meidy Maindoka ketika dihubungi terkait penipuan lewat kupon berhadiah ini mengatakan masyarakat jangan cepat percaya dengan hal-hal seperti itu.
Justru dia meminta dengan adanya kasus ini masyarakat harus lebih berhati-hati. Setiap ada kupon yang didapat harus baca secara seksama agar tidak merugikan diri sendiri. Untuk itu dia menyarankan jika ada gelagat yang mencurigakan seperti harus mengirim uang langsung laporkan ke pihak yang berwajib.
"Memang modus-modus penipuan sudah semakin beragam. Maka dari itu jangan cepat-cepat percaya meski kupon tersebut dari dalam kemasan produk yang dibeli. Bisa saja kupon tersebut palsu. Maka dari itu kalau mendapati hal-hal mencurigakan hendaknya melapor, supaya jangan jadi korban. Sebab tidak sedikit yang sudah terkena tipu dengan beragam modus," ujarnya mengingatkan. (jerry sumarauw)



































