Lirik Potensi Tambang, Pengusaha Jepang Tertarik Rambah Sulut


Kofu, ME

Kunjungan kerja Kamar Dagang Industri (Kadin) Sulut dibawah pimpinan Hangky Arther Gerungan ke Jepang, Senin hari ini membawa angin segar bagi pertumbuhan sektor industri Nyiur Melambai. Pertambangan menjadi salah satu topik bahasan yang disambut antusias kalangan pengusaha dari perfektur (provinsi) Yamanashi.

“Mereka tertarik dengan potensi industri di daerah kita (Sulut, red). Sektor pertambangan yang paling dilirik. Tapi bukan hanya itu. Pariwisata dan budaya juga,” kata HAG, saat dihubungi manadoexpress.

Antusiasme Kofu Chamber of Commerce and Industry (Kadin kota Kofu) dan pemerintah prefektur Yamanashi untuk memfasilitasi kerjasama antar pengusaha Yamanashi-Sulut disebut Gerungan sebagai hasil positif kunjungan tersebut. Pasalnya, sistem pemerintahan Jepang yang memberikan otonomi penuh pada setiap prefekturnya termasuk Yamanashi dipastikan akan lebih memudahkan kemungkinan kerjasama tersebut.

“Dari mereka lebih mudah regulasinya. Tinggal dari kita. Koordinasi dengan pemerintah agar tidak ada regulasi yang dilanggar jika nantinya kerjasama berjalan,” urai Gerungan.

Pembukaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Kota Bitung menurut HAG juga memicu keyakinan kalangan pengusaha Jepang untuk berekspansi ke Sulut. “KEK Bitung itu bentuk legitimasi pemerintah Indonesia untuk menjadikan Sulut sebagai salah satu pusat ekonomi di kawasan timur.

Ini penting bagi pengusaha dari luar negeri. Jadi salah satu parameter pendukung bagi pengembangan sektor industri kita kedepan,” pungkas pengusaha asal Minahasa itu. (tim me)



Sponsors

Sponsors