Aura Kesamaan Visi Tarik Personil Baru Konsen


Sonder, ME

Pameran Seni Rupa ke-3 yang digelar Komunitas Seni Mandiri (Konsen) Minahasa semakin semarak. Dalam kegiatan yang digelar di Wale Papendangan Sonder ini, 'rumah' Konsen telah ketambahan seniman handal dengan basic arsitektur. Henri Adam, Hizkia Tumiwa, Dhika Paparang, Rexy Pasumba dan Handy Hadamu. 

Walaupun mereka mempunyai komunitas sendiri namun mereka sangat tertarik bergabung bersama Konsen.

Visi dari Konsen menjadi alasan penting mereka ikut terlibat. Kehadiran Konsen memiliki tujuan supaya setiap seniman yang tak punya akses dapat termotivasi terus berkarya dengan teknis dan selera sendiri. Di samping itu, Konsen bagi mereka menjadi wadah untuk saling belajar dan berbagi. 

Henri Adam, salah satu dari mereka menuturkan, keinginannya sehingga boleh terlibat dalam bersama Konsen karena kesamaan persepsi. Selama Konsen bergulir dirinya telah melihat hal menarik dari model yang diterapkan. Konsen punya 'roh' untuk saling belajar. 

"Setelah selama ini melihat Konsen ternyata sesuai dengan spirit saya. Sayangnya beberapa waktu lalu tidak sempat ikut," ujarnya.

Menurut Henri, walaupun mereka punya komunitas arts sendiri, keinginan terlibat dengan Konsen adalah untuk mengetahui berseni rupa dengan yang lain di luar basic arsitektur. Dari situpun dapat menambah pengetahuan dan saling memperlengkapi.

"Melukis hanya butuh satu titik yang mengubah gelap, diberikan dari sang Pencipta pemberi nafas kehidupan," tuturnya.

Dhika sendiri menjelaskan hal yang sama. Selain Konsen mempunyai spirit yang senada dengan mereka, Konsen hadir guna membangun kehidupan orang lain, begitupun antar seniman dalam komunitas.

"Kami punya studio, lewat studio kami merasa itu sudah pameran yakni ketika adik-adik datang bertanya. Di Konsen kami ingin merasakan juga bagaimana membaur di luar komunitas kami," paparnya.

"Butuh sentuhan rasa menciptakan sesuatu. Ide saya dari apa yang saya lihat dan rasakan," tandasnya. (arfin tompodung)



Sponsors

Sponsors