Konsen Gulir Pameran Seni Rupa Ke-3
Sonder, ME
Cita rasa berseni rupa kembali dituang Komunitas Seni Mandiri (Konsen) Minahasa dalam Pameran Karya Seni Rupa ke-3. Kali ini Konsen kedatangan seniman-seniman baru dengan genre arts mereka masing-masing. Misi membangun bola salju Konsen mulai bergulir.
Pada pagelaran ini, menampilkan hasil buah tangan, Alfrits Ken Oroh, Charlie Boy Samola, Altje Watania, Henri Adam, Hizkia Tumiwa dan Dhika Paparang, Rexy Pasumba, Handy Hadamu.
Bertemakan 'Kita ya kita' (orang Minahasa), Konsen 'goyang' Wale Papendangan, Desa Talikuran, Kecamatan Sonder, sejaktanggal 13-15 November 2015.
"Pameran ini lanjutan dari pameran sebelumnya, dimana saya sekarang ini sebagai giliran. Tempatnya di rumah jaringan kita Fredy Wowor. Rencana beberapa hari lalu akan digelar di rumah saya Wuwuk namun tidak jadi karena permintaan Fredy yang rindu membuat galeri di rumahnya," tutur Alfrits Ken Oroh, Pengagas Konsen.
"Tapi saya sebagai tuan rumah," tambahnya.
Pameran kali ini menjadi penutup acara lingkar pameran tiga seniman yang menjadi penggas konsen, Alfrits, Altje dan Charlie di tahun 2015. "Dari komunitas Terakota (Teater Arsitektur Perkotaan) Arsitektur Unsrat (Universitas Samratulungi) ikut bergabung menampilkan karya-karyanya," urai Oroh.
Arti dari tema yang diangkat menjelaskan tentang membuat sebuah pameran bukan menyangkut keangkuhan tetapi tentang kebanggan dan rasa percaya diri. "Seseorang perlu menjadi pribadinya dalam menuangkan karyanya," kata Altje Wantania. (arfin tompodung)



































