Keluarga Korban Tragedi Inul Vista Histeris
Manado, ME
Keluarga korban tewas akibat tragedi kebakaran di Inul Vista Manado terus berdatangan di ruang jenazah RSUP Kandou Malalayang Manado, Minggu (25/10).
Tangis histeris pecah di ruang pemulasaraan jenazah.Beberapa di antaranya bahkan pingsan saat melihat keluargannya sudah dalam keadaan tak bernyawa. Sejumlah warga terlihat membantu mengangkat beberapa anggota keluarga yang pingsan. Dukungan serta penghiburan datang bagi para keluarga korban.
Rina, tetangga salah seorang korban kebakaran mengatakan datang untuk memberi dukungan bagi keluarga. "Kami tahu perasaan dan keadaan keluarga. Kami datang untuk beri dukungan dan penghiburan," jelasnya.
Banyaknya korban yang tewas dalam kebakaran tempat karaoke keluarga Inul Viza Manado diduga disebabkan karena menghirup asap pekat dan kehabisan oksigen. Saat kebakaran terjadi, api yang besar tidak tampak. Hanya bara yang menyala dan membakar tiap ruang karaoke yang berada di lantai tiga.
Menurut Emby, saksi yang berada di lokasi, saat kejadian tidak terlihat adanya api. "Saya masuk untuk menolong, saat itu belum ada petugas pemadam kebakaran. Saya lihat hanya bara yang menyala tidak ada api, tapi asap sangat tebal dan menyengat hidung," jelasnya.
Tambahnya, saat kejadian suasana sangat gaduh, para korban berteriak minta tolong. Meski begitu warga yang berada di sekitar lokasi tidak bisa berbuat banyak.
"Kami hanya bantu memberikan minuman bagi para korban dengan cara melempar dari luar sehingga masuk lewat jendela," jelasnya.
Tempat karaoke keluarga Inul Vista ini menjadi tontonan bagi warga yang akan melaksanakan aktivitas di pagi hari dan ada juga masih penasaran akan melihat langsung kebakaran yang terjadi di lokasi kejadian yang memakan korban yang banyak. (joyke watania)



































