Keluarga Ikhlas, tapi Minta Usut Pelaku Pembakaran Inul Vizta


Manado, ME

Kasmiyati (39) telah mengikhlaskan kematian Sukardi (42), korban kebakaran Inul Vizta Manado. Ia menganggap kepergian suaminya karena musibah.

 

"Kami keluarga sudah mengikhlaskannya kok," ujar dia saat bersua dengan wartawan di rumahnya, Senin (16/5/16).

 

Kasmiyati mengatakan sudah tidak mempermasalahkan lagi peristiwa maut itu. Apalagi pihak Managemen Inul Vizta mau bertanggungjawab dengan memberikan santunan.

 

Apalagi janji untuk membayar uang sekolah anak saya selalu ditepati. "Setiap saya telpon mereka selalu datang, bahkan anak saya sampai dibelikan seragam sekolah," jelasnya.

 

Sukardi dan Kasmiyati mempunyai 2 orang anak perempuan. Indah Nurul Nita yang berusia 16 tahun serta Yumna Aprilia Sukardi yang masih berusia 4 tahun.

 

Indah kini duduk dibangku kelas 2 SMK Negeri 1 Manado, sedangkan adiknya masih belum sekolah. "Pernah uang komite 3 bulan Rp450 ribu tapi diberi Rp600 ribu, katanya biar untuk jajan," tambah Indah.

 

Kasmiati sendiri sempat shock ketika mendengar suaminya salah satu dari 12 korban yang meninggal pada musibah 25 Oktober 2015 silam. Ia harus kehilangan tulang punggung untuk menafkahi keluarganya.

 

"Terpaksa saya buka usaha warung kecil-kecilan, keluarga lainnya juga ikut bantu kami," tandasnya.

 

Meski demikian, masih ada yang mengganjal dihatinya. Ia meminta pelaku pembakaran Inul Vizta untuk ditangkap. "Dari polisi sempat bilang ada dugaan dibakar, berarti ada pelakunya. Kami hanya minta pelakunya ditangkap dan dihukum seberat-beratnya," pinta Kasmiyati.

 

Tempat Karaoke Inul Vizta di Jl. AJ Sondakh Kawasan Megamas terbakar, 25 Oktober 2015 lalu. 12 orang tewas dan puluhan pengunjung mengalami luka-luka dan harus mendapat perawatan di rumah sakit.

 

Polresta Manado sendiri sudah menetapkan Owner dan Manager Operasional Inul Vizta, DJ dan IRM sebagai tersangka pada peristiwa maut itu. Keduanya malah sempat ditahan tapi kemudian dilepas lagi. (Rhendi Umar)



Sponsors

Sponsors