Foto: Anak-anak sekolah saat berkunjung di pameran Konsen.
Seni Rupa 'Drawaing Pen' di Galeri Charlie
Konsen Gelar Pameran Seni Rupa Lagi
Manado, ME
Komunitas Seni Mandiri (Konsen) Minahasa bergelora lagi. Sukses dengan pagelaran seni rupa di Tondano, kini para seniman muncul kembali dengan karya-karya terbaru Jilid 2.
Pelaksanaannya bertempat di Studio 'Reperto Art', rumah Seniman Charlie Samola, Kolongan, Kecamatan Kalawat, Minahasa Utara. Konsen tampil dengan tema 'Jati Diri' mulai tanggal 2-4 Oktober 2015. Didukung oleh Altje Wantania dan Alfrits Ken Oroh.
Charlie Samola, seniman dengan gaya sketsa drawing pen itu mengatakan, kegiatan ini merupakan pameran keduanya setelah di Tondano. Namun yang menakjubkan, ini pertama kalinya pameran seni rupa di kampungnya Desa Kolongan. "Saya berharap dengan pameran ini generasi muda lainnya di kampung saya bisa terpacu. Mereka dapat termotivasi dan akhrinya bermunculan benih-benih baru di Kolongan untuk berkarya dalam kepercayaan diri," ucap Charlie.
Dikatakannya lagi, pameran kedua dengan tema 'jati diri' ini diangkat dari salah satu sketsanya bergambar sebuah telapak tangan. Ini mengartikan kebebasan berekspresi dan berkarya tanpa batas. "Tidak ada desakan dan intimidasi," jelasnya.
"Saya berharap pemerintah setempat bisa mendukung generasi muda yang ada di kampung untuk terus berkarya," tambahnya.
Altje Wantania salah satu anggota Konsen Minahasa menjelaskan, pameran Konsen kedua ini untuk memunculkan semangat berkarya dan bersaksi lagi. "Ini menandakan kami benar-benar ada di tanah Minahasa. Seni adalah kebebasan dan berkesenian merupakan proses menjadikan hidup jadi lebih berarti," urainya.
Sementara, Alfrits Ken Oroh selaku pencetus Konsen menuturkan, pameran yang pertama kali digelar di Kolongan, akan menjadi sejarah perjalanan waktu seni rupa di Kampung tersebut. Ke depan ia berharap dengan adanya pagelaran ini dapat menggugah para generasi muda di Desa itu untuk berkarya. "Kegiatan pameran seperti ini sudah diprogramkan tiap bulan di minggu pertama. Pameran berikut akan dilaksanakan di galerinya sendiri, studio Dodoku bertempat di Desa Wuwuk Barat, Tareran, Minahasa Selatan," paparnya.
Ia berharap, di hari kedua dan ketiga akan lebih banyak lagi pengunjung. Begitpun dalam pameran di Wuwuk nanti, dirinya menginginkan akan ketambahan lagi pelukis-pelukis baru. "Saya berharap nantinya akan ada para seniman-seniman baru dengan karya-karyanya di pameran ketiga Konsen," pintanya.
Turut hadir dalam pameran pembukaan seniman dan budayawan Fredy Wowor, Advokad dan Ketua Komunitas Budaya Tionghoa Sulawesi Utara (Sulut) Sofyan Jimmy Yosadi SH, dari komunitas seni Terakota Hentje Maahury, Billy Kalesaren dan Michael Muler, tokoh pemuda dari komunitas pecinta budaya Measa Waya, sejarawan Minahasa Bodewyn Talumewo dan Kalfein Wuisan dari Teater Teknik Universitas Negeri Manado (Unima).
Acara ini terselenggara atas dukungan pemerintah dalam hal ini Hukum Tua Desa Kolongan, Denny Mokolensang SE. (arfin)



































