TERAKOTA 4 TAHUN BERKESENIAN DI FAKULTAS TEKNIK UNSRAT


Oleh: Heince Maahury

Rumput-rumput kering di lapangan Fakultas Teknik Unsrat mulai berkilau disentuh cahaya matahari yang perlahan menyembunyikan dirinya dalam pelukan malam. Sedikit demi sedikit Kampus biru ini dipenuhi Civitas yang tak sabar menanti kejutan di balik tarian deretan Kanvas pameran karya grafis yang menggantung pada bambu-bambu bekas steleng pembuatan gedung baru di Fakultas Teknik Unsrat sejak pagi tadi.

Tak lama kemudian, Meliza Mamangkey dengan lantang membacakan puisinya, pertanda kejutan dimulai, diikuti Farid al asy ary, Teater Club, Pabrik Aestetik, lalu sebuah syair kalelon dari Kalvein Wuisan, mengantar lebih dalam perayaan Hari Ulang Tahun Terakota (teater arsitektur perkotaan) yang mencapai angka 4. Tiba-tiba suasana menjadi kosong, masuk manusia-manusia bertopeng yang tak proposional mementaskan naskah kritik terhadap dunia perkuliahan berjudul ‘Kampus Karikatur’ arahan sutradara Dirk Misa. Acara peringatan Hari ulang tahun ini pun semakin berwarna dengan pagelaran pentas yang mengangkat kisah lika-liku dunia pendidikan di Fakultas Teknik.

Terakota lahir pada tanggal 29 september 2011, di kampus Arsitektur Unsrat, sebagai suatu komunitas yang berfokus pada seni teater. Kemudian dalam dinamika perkembangannya terakota terus berkembang dan terus memperluas potensi kesenian dari para anggotanya dalam bidang kesenian lainnya. Hal ini dibuktikan dengan peluncuran buku kumpulan karya dari 13 artis grafis berjudul “VOID”, yang menjadi kado di umur yang keempat ini. ‘VOID’ kembali menjadi penanda ingatan tentang eksistensi Terakota dalam berkesenian di kampus biru. setelah, dua tahun silam Terakota meluncurkan buku kumpulan puisi dan karya grafis Berjudul “Fractal”.

Bagi Henry Adam, ‘VOID’ menjadi buku pertama yang ia gagas bersama 12 artis lainnya, “VOID membuka pandangan menjadi lebih luas, kekosongan dalam paduan rupa yang tak terbatas memberi ruang untuk melihat etape dan kemungkinan yang ada. Dimana kita tak perlu kembali untuk tetap terjaga, melangkah terus ke depan dalam menghasilkan visi dan karakter dalam berkesenian.” Ia menjelaskan ‘VOID’ merupakan ruang kosong dimana imajinasi tercipta dan terus berproses serta mampu merangsang daya kreatif baru dari goresan-goresan rupa yang mempresentasikan emosi dari penciptanya. Launching Buku ini kemudian dipandu oleh Kalvein Wuisan, menurutnya "Event launching buku "VOID", dalam rangka HUT Terakota, menjadi tonggak sejarah baru. Terutama dalam ranah karya grafis, baik itu sebagai seni maupun itu sebagai ilmu. 'VOID' menjadi sebuah bukti, bahwa bersenian dan berkarya adalah perwujudan dari tindakan bukan hanya sekedar banyak bicara.”

Acara perayaan yang sederhana ini, menjadi agenda kegiatan tahunan dari Terakota, bagi Kordinator pelaksana Ival Budiman, Terakota adalah Rumah untuk menyalurkan dan mengembangkan seni, cara berfikir dan berorganisasi, inovasi, kreatifitas, serta produktifitas dan mutu dari karya-karya yang dihasilkan. Ia berharap agar Terakota beserta karya-karyanya dapat menjadi chanel kreativitas bagi para seniman di Sulawesi Utara dalam menghasilkan ide-ide baru. ‘Terakota adalah keluarga yang akan terus berproses, bernafas, hidup, dan melangkah bersama, membekas.’ Pungkasnya sambil menutup acara perayaan Ulang Tahun Terakota yang ke 4.

Kegiatan perayaan dan Launching buku ini dihadiri para pegiat Seni Budaya, antara Lain Fredy Wowor, Bode Talumewo, Mawale Movemant, Komunitas Seni Mandiri Minahasa, Teater Club Manado, Pabrik Aestetik Teknik, Generasi Muda Wuwuk Waya dan Warga masyarakat Kampus Biru.



Sponsors

Sponsors