Foto: Laksamana Madya TNI Dr Albert Desi Mamahit, MSc
Rektor Unhan : Kader Sulut 'Meredup'
Jakarta, ME
Sepak terjang generasi muda Bumi Nyiur Melambai di pentas nasional, meredup. Denyut perjuangan melemah seiring perkembangan zaman. Sulut dalam bayang-bayang krisis kader pejuang.
Rektor Universitas Pertahanan (Unhan) RI, Laksamana Madya TNI Dr Albert Desi Mamahit, MSc, menilai, di masa pra kemerdekaan, era proklamasi apalagi di saat mempertahankan kemerdekaan RI, peran generasi muda serta kaum intelektual dan prajurit pejuang asal Sulut sangat signifikan. Seperti peran-peran kepeloporan yang eksis diberbagai peristiwa penting sejarah kebangsaan, baik di saat Kebangkitan Nasional, Sumpah Pemuda, Panitia Kemerdekaan RI hingga penentangan terhadap keinginan Belanda kembali bercokol di Nusantara, Proklamasi, termasuk 'insiden bendera' sebagaimana dikenal sekarang sebagai Peristiwa Heroik Merah Putih 14 Februari 1946 di Manado.
Sementara saat ini, kader Sulut sudah semakin meredup, kurang muncul apalagi berperan signifikan."Karena itu, organisasi semacam GPPMP (Generasi Penerus Pejuang Merah Putih) 14 Februari 1946 sangat diperlukan untuk memacu semangat kejuangan anak-anak muda di seluruh Indonesia, termasuk dari Sulut khususnya, agar prestasi generasi sekarang paling tidak dapat mencontohnya mengingat peran tokoh-tokoh Sulut sebelum kemerdekaan dan pasca kemerdekaan sangat penting di berbagai bidang," terang jenderal berbintang tiga dari Kesatuan TNI Angkatan Laut yang juga menjabat Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Koordinasi Keamanan Laut (Bakorkamla) Republik Indonesia (RI), di Jakarta, Sabtu (18/4).
Hal ini ditegaskan Mamahit selaku Pinisepuh GPPMP, dalam acara ‘Pengukuhan DPP Generasi Penerus Pejuang Merah Putih 14 Februari 1946 Periode 2015/2020’ di Gedung Basarnas, Jakarta yang antara lain dihadiri Direktur Bela Negara Kemenhan, Laksamana TNI M Faisal, mewakili Menteri Pertahanan, Gubernur Provinsi Sulut yang diwakili Kepala Bappeda, Roy Roring, Ketua Dewan Penasehat GPPMP, Theo L Sambuaga serta Ketua Dewan Penasehat, Capt Albert Lapian (anak pelaku sejarah utama 14 Februari 1946, BW Lapian/mantan Gubernur Sulawesi).
Untuk diketahui, DPP GPPMP 14 Februari 1946 dihasilkan pada Musyawarah Nasional (Munas) ke-6 pada 27 Februari 2015. Ketika itu, Jeffrey Rawis terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum), didampingi Djemmy Sumakud sebagai Wakil Ketua Umum, yang nantinya ditopang 18 Ketua Bidang. Tim Formatur yang diketuai Theo L Sambuaga juga menetapkan Donny Lumingas sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen), didampingi 18 Wakil Sekjen, Bendahara Umum dipegang Jefferson Lungkang dibantuk 14 Wakil Bendahara, serta lebih 70 kader dari berbagai latar dipercayakan memimpin departemen atau Pengurus Pleno.(sol/victor rempas)



































