Foto: Ilustrasi tanggul pemecah ombak.
Pembangunan Tanggul di Desa Tumbak Mendesak
Pusomaen, ME
Warga Desa Tumbak Kecamatan Pusomaen meminta pemerintah kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) untuk membangun tanggul penahan ombak di sepanjang jalan masuk ke desa tersebut. Letak geografis desa tersebut memang berbatasan dengan bibir pantai. Tak heran selama ini warga sering dilanda ketakutan, khususnya saat ombak besar disertai badai.
Alkindi Bilafaqib, mewakili warga Tumbak mengatakan, pembangunan tanggul penahan air laut ini sudah sangat mendesak dan harus segera dilakukan pihak pemerintah. Apalagi di setiap musim air pasang, air laut akan dengan cepat masuk menggenangi baik itu jalan maupun kawasan pemukiman warga Desa Tumbak.
“400 kepala keluarga di Desa Tumbak Raya meneriakkan hal ini. Mereka berharap pemerintah daerah segera membangun tanggul agar air tidak lagi meluap dan menggenangi perumahan warga. Apalagi kondisi ini sangat mengganggu aktivitas warga,” papar Alkindi yang juga adalah anggota DPRD Mitra dari Partai Gerindra.
Menurut dia, salah satu titik lokasi yang biasanya disebut tanah lapang juga diharapkan agar ikut di bangun tanggul serta ditimbun agar bisa menjadi sarana olahraga desa sekaligus menjadi lokasi ibadah tahunan saat Idul Fitri, Idul Adha dan lainnya.
“Sesungguhnya harapan ini sejak jaman pemerintahan sebelumnya sudah disuarakan, namun sayangnya tak pernah terealisasi. Saya sendiri sudah pernah mengusulkan lewat DPRD agar mengakomodir hal ini,” ungkapnya.
Ia pun memastikan akan mendorong Pemkab Mitra agar pembangunan tersebut bisa segera terwujud.
“Harapan saya, di bawah kepemimpinan kepala daerah saat ini, hal-hal yang menjadi keluhan masyarakat atau kepentingan umum akan selalu diprioritaskan,” tutupnya. (tim me)



































