Foto: Proyek pelebaran jalan di Gunung Potong, Mitra.
Ruas Jalan Gunung Potong Rawan
Kontraktor Lalai Bersihkan Badan Jalan
Ratahan, ME
Proyek pelebaran jalan di kawasan gunung potong kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) bagai tak hanya menimbulkan kemacetan bagi para pelintas. Resiko terjadinya kecelakaan pun cukup besar disaat turun hujan. Kondisi ruas jalan yang sangat licin saat di guyur hujan ditambah kontur tanah yang tidak rata jadi pemicu.
Seperti terpantau di lokasi, kondisi jalan ini sangat berbahaya bagi semua jenis kendaraan yang melintas, khususnya saat jalur di buka sejak pukul 17.00 Wita. Volume kendaraan yang cukup besar berdatangan dari dua arah mengakibatkan kondisinya padat merayap. Kendaraan roda dua pun berhimpitan di ruas-ruas jalan yang sempit. Bahkan tak jarang ada kendaraan roda dua maupun roda empat yang melintas dijalan tersebut sering macet dan tergelincir keluar bahu jalan.
Akibat kondisi ini, sejumlah pengendara bahkan tak mau ambil resiko dan memilih melintasi rute Amurang via Tombatu. “Lebe bae ba putar amurang jo. Tau-tau aman,” kata sejumlah PNS di Badan Pengelola Keuangan dan Barang Milik Daerah (BPK-BMD) Mitra yang berencana pulang ke Tondano dan Tomohon.
Di samping faktor alam, kelalaian pihak kontraktor pelaksana proyek untuk membersihkan material tanah berlumpur yang berserakan pada badan jalan hasil garukan alat berat, semakin memperburuk keadaan. Akibat tak segera dibersihkan, badan jalan yang tertutup material tanah berubah menjadi lumpur yang sangat licin ketika di guyur hujan.
Stenli Kalumata, salah satu pengendara yang biasa melintas di kawasan tersebut menyesalkan sikap kontraktor yang terkesan masa bodoh terhadap kondisi yang ada. “Kontraktor jangan hanya memikirkan keuntungan dari pekerjaan tersebut, tetapi juga harus memikiran keselamatan pengendara saat melintas di jalan sekitar proyek. Bagaimana jika sudah ada korban, apakah pihak kontraktor siap bertanggugjawab,” ketusnya.
Senada dikatakan anggota DPRD Mitra Nolly Langingi yang juga ikut angkat suara dalam mengkritisi kinerja kontraktor proyek. Menurut dia, pihak kontraktor sebagai penanggungjawab pekerjaan harus memperhatikan keselamatan masyarakat, khususnya pengendara yang biasa melintas di lokasi tersebut.
"Sudah seharusnya pihak kontraktor bertanggung jawab serta mencari jalan keluar supaya tanah yang melekat di badan jalan dibersihkan setiap hari. Karena kalau musim hujan, jalannya jadi berlumpur dan sangat licin serta beresiko terhadap keselamatan para pengendara yang melintas," ujarnya.
Dengan begitu, kondisi jalan akan lebih aman untuk dilintasi serta dapat menghindari pengendara dari kasus kecelakaan dan kemacetan. “Selain itu, harus menyediakan mobil tangki air di lokasi, sehingga setiap ada tanah atau lumpur yang melekat pada badan jalan bisa segera dibersihkan,” tandas Langingi yang juga menjabat sebagai ketua komisi C DPRD Mitra ini. (tim me)



































