Harga Beras Masih Tinggi, Warga Pertanyakan Perhatian Pemerintah


Ratahan, ME

Masih tingginya harga beras di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) membuat geram sejumlah masyarakat. Perhatian pemerintah dalam menangani kenaikan harga ini pun dipertanyakan.

Sejumlah warga juga heran dengan mahalnya harga beras. Sebab, tahun lalu Kabupaten Mitra telah mencapai swasembada beras. Maka dari itu, warga menganggap aneh jika terjadi kelangkaan dan naiknya harga beras.

"Panen berlangsung normal. Tidak ada gagal panen meski cuaca buruk. Kami panen seperti biasa," ucap Noldi Pangkerego, petani asal Ratahan.

Selama ini, di wilayah Tombatu mengandalkan suplai beras dari para petani di wilayah itu. Begitu pula di sejumlah daerah sentra padi di Mitra. "Makanya kami heran kok beras mahal dan langka," katanya.

Diungkapkan, tokoh masyarakat Mitra, Sonny Rundengan, harga kebutuhan pokok masyarakat berupa beras mengalami lonjakan yang cukup signifikan. Jika sebelumnya penjualan beras per liternya hanya Rp7.500, belakangan ini tembus pada angka Rp10.000 per Kg. "Warga terus menjerit atas kenaikan harga ini. Dimana perhatian pemerintah dalam menanganinya?," tanya Rundengan.

Dilanjutkanya, ada beberapa pedagang yang terkesan menaikan harga sepihak. Untuk itu, dia pun meminta pengawasan pemerintah dalam hal ini dinas terkait agar kenaikan harga sepihak ini tidak terus terjadi.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Mitra Marie M Makalow mengatakan, pihaknya telah melaporkan kepada Bupati hasil dari pemantauan di sejumlah pasar. Dan, pekan depan akan digelar rapat koordinasi dengan Tim Pengawas serta Penanggulangan terkait masalah ini.

"Kami juga telah mendapat informasi dari pihak Pemprov Sulut bahwa dalam waktu dekat ini akan digelar operasi pasar dari bulog untuk semua kabupaten/kota di Sulut. Jadi, kami tinggal menunggu jadwal operasinya," jelasnya (robby lumi)



Sponsors

Sponsors