Foto: Ilustrasi.
Kelompok Tani 'Siluman' Hantui Mitra
Ratahan, ME
Menanggulangi maraknya kelompok tani 'siluman' di daerah Minahasa Tenggara (Mitra), Badan Pelaksana Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP4K) setempat sedang melakukan verifikasi ulang data kelompok tani yang terdaftar diwilayahnya. Verifikasi data ini dimaksudkan untuk meninjau kembali legalitas kelompok-kelompok tani yang telah terdaftar.
“Saat ini datanya sudah sementara berproses untuk diverifikasi secara online. Rencananya Januari sudah selesai,” ungkap Kepala BP4K Mitra Nasaruddin Manoso kepada Manado Express menjelaskan, baru-baru ini.
Lebih lanjut dia menjelaskan, tujuan verifikasi ini hanya untuk memeriksa kembali vaidasi data kelompok tani apabila ada nama yang tercatat ganda, atau ada juga petani yang sudah meninggal namun masih terdaftar dalam kelompoknya. “Intinya untuk pemuktahiran data kelompok tani saja,” jelasnya.
Dirinya pun tak menampik bahwa apabila dalam proses verifikasi ini ditemukan ada data kelompok tani yang tidak valid, maka kelompok tersebut akan di hapus dari daftar. “Kalau datanya sesuai pastinya tetap dipertahankan. Namun bila nanti ditemukan datanya tak valid misalnya terdapat nama ganda, itu namanya kelompok tani 'siluman' dan pastinya akan di hapus,” imbuhnya.
Meski begitu, lanjut Manoso, bisa saja ada dua nama yang tercatat dengan catatan bukan dalam bidang kelompok yang sama. “Yang penting tak sama bidang kelompoknya. Misalnya dia terdaftar sebagai kelompok tani dan terdaftar juga di kelompok perikanan. Itu tak masalah. Bisa saja profesinya selain sebagai petani juga sebagai nelayan,” ujarnya.
Memang saat ini jumlah kelompok tani di daerah Mitra cukup banyak. Data yang dimiliki BP4K Mitra mencatat ada sebanyak 1108 kelompok tani yang terdaftar di daerah ini hingga 2014 ini. (tim me)



































