Hasil Tangkapan Nelayan Menurun, PPI Belang Sepi


Belang, ME

Suasana di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Belang akhir-akhir ini nampak sepi dari biasanya. Aktifitas nelayan yang biasanya ramai mengumpulkan stok ikan hasil tangkapan terlihat berkurang. Hanya ada dua tiga nelayan yang masih betah. Hasil tangkapan ikan yang didapat pun terlihat sedikit.

Musim paceklik kali ini memang benar-benar menyulitkan nelayan. Selang tiga bulan terakhir ini, hasil tangkapan nelayan menurun drastis. Sebagian mengeluh. “Biasanya hasil tangkapan ikan cakalang dan malalugis lumayan. Namun akhir-akhir ini semakin sulit mendapatkannya,” keluh Sunandar, nelayan yang mengaku biasa melaut di perairan Laut Belang.

Per minggu, Sunandar mengaku biasanya mendapatkan hasil tangkapan ikan hingga 2 ton. “Sekarang dapat 800 kilo saja sudah untung,” imbuh pria paruh baya ini.

Faktor iklim dan perubahan arus air laut ditengarai jadi pemicu utama kondisi ini. Berkurangnya hasil tangkapan membuat sebagian nelayan memilih istirahat sementara dan enggan melaut. “Kalau hasil tangkapan tak lagi seimbang dengan penghasilan, lebih baik tak melaut dulu untuk sementara waktu,” lirih Anto, nelayan lainnya.

Produksi perikanan di Minahasa Tenggara memang mengalami penurunan drastis. Data Dinas Perikanan dan Kelautan mencatat, selang dua tahun terkahir ini produksi ikan pertahunnya hanya berkisar 60-an ton ikan. “Padahal tahun-tahun sebelumnya produksi ikan pertahun bisa mencapai ratusan ton,” kata Jontje Wahonga, Kepala Bidang Tangkap di Dinas Perikanan dan Kelautan Mitra.

“Untuk beberapa bulan belakangan ini justru produksi ikan memang semakin anjlok. Dari bulan Juli tahun 2014 ada penurunan sekitar 50 dan 60 persen dari hasil produksi sebelumnya,” urai Wahonga.

Sedangkan untuk musim paceklik nelayan ini, dia menjelaskan bahwa hal itu juga diakibatkan kondisi arus air laut yang tak menentu. “Ini di sebut sistem 'Ruaya'. Pada kondisi ini ikan-ikan tangkapan seperti Cakalang, Malalugis dan Tuna biasanya secara berkelompok akan meninggalkan perairan laut asal untuk bermigrasi ke tempat lain. Mereka mengikuti arus laut. Inilah yang membuat nelayan kesulitan mendapatkan hasil tangkapan yang maksimal,” tuturnya.

Namun kondisi ini menurut dia merupakan hal yang biasa terjadi. “Bukan hanya petani saja yang ada musim pacekliknya. Nelayan juga demikian. Namun jika kondisinya sudah normal, produksinya pasti akan kembali meningkat,” kata dia. (jeksen kewas)



Sponsors

Sponsors