Tjanggulung Kans Runtuh


Ratahan, ME

Konstelasi politik di tubuh Partai Golongan Karya (PG) Sulawesi Utara (Sulut), kian membara. Polemik dualisme kepemimpinan terus bergulir. Bahkan, perseteruan dua versi kepemimpinan mulai merembet hingga ke daerah-daerah.

Embrio terbakarnya situasi politik di tubuh PG Sulut, pasca pendelegasian pimpinan Golkar versi Musyawarah Nasional (Munas) Ancol kepada Elly Engelbert Lasut (E2L). Penguasa Golkar Sulut versi Munas Bali, terancam. Perang klaim pun bertebaran. Bak duri dalam daging, konflik internal mulai menyerempet ke Dewan Pengurus Daerah (DPD) tingkat II.

Teranyar, badai perseteruan mulai menggoyang Beringin Minahasa Tenggara (Mitra). Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II PG Mitra yang dinahkodai Telly Tjanggulung (T2), kans tumbang. Informasi yang berhasil dihimpun, terindikasi adanya gerakan sistematis sejumlah kader yang mulai mencari celah menggulingkan kepemimpinan Ketua DPD PG Mitra. Aroma penjegalan bagi T2, berhembus kencang. “Dengar-dengar itu instruksi langsung dari pimpinan Golkar lainnya. Tapi belum tahu jelas dari siapa,” ungkap sumber internal yang meminta namanya tak dipublikasikan.

Terpisah, Ketua DPD II PG Mitra, Telly Tjanggulung (T2) saat dikonfirmasi belum lama ini, terkesan cuek. Dia mengaku belum terlalu memikirkan soal itu dan memilih fokus untuk urusan keluarga. “Saya mau fokus urus keluarga dulu, belum mau fokus ke situ,” terangnya.

Sejumlah kader Golkar Mitra Mitra memilih bungkam dan tampaknya menghindar saat ditanyakan persoalan interen partai. “Saya no comment. Soal ini, menyesuaikan saja,” aku Temmy Naray, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mitra.

Senada diungkapkan Meldy Untu, kader Beringin Mitra yang juga duduk di kursi DPRD Mitra dari Partai Golkar. “No comment, saya tidak masuk struktur pengurus DPD II,” singkatnya sambil berlalu.

Persoalan dualisme kepemimpinan di tubuh Golkar memang kian pelik. Kader partai penguasa di era Orde Baru ini pun semakin dibuat bingung. Sebagian terus mempertanyakan kepemimpinan mana yang sebenarnya diakui. “Sebenarnya pimpinan mana yang diakui,” tanya beberapa Pimpinan Kecamatan (PK) Mitra yang meminta namanya tidak dipublikasikan.(jeksen kewas)



Sponsors

Sponsors