Foto: Wabup yang mengawal upaya pencarian warga sang bocah
Sungai Ponton Amuk 10 Bocah
Boroko, ME
Warga Desa Sonuo Kecamatan Bolangitang Barat (Bolbar) sekitar pukul 12.00 Wita, Sabtu (21/2) kemarin, dikejutkan dengan kabar sebanyak 10 bocah kira–kira berusia 9–12 tahun yang mandi di Sungai Ponton, terseret derasnya arus sungai.
Sembilan bocah yang duduk dibangku Sekolah Dasar (SD) berhasil diselamatkan oleh salah satu tukang kebun yang jaraknya tidak jauh dari tempat kejadian. Namun, nasib naas menimpah Eren (10) bocah yang duduk di kelas 5 SDN 1 Iyok, yang tenggelam diduga terseret arus sungai. Upaya pencarian darurat telah dilakukan oleh puluhan warga untuk menemukan sang bocah namun hingga dua hari belum juga ditemukan.
“Ke–10 bocah tersebut mandi disungai dengan kondisi menghanyutkan diri sekitar 10 – 20 meter dari tebing. Tujuh bocah diantaranya tetap diposisi tempat mandi, namun tiga bocah diperkirakan terbawa arus sungai. Dua diantaranya masih dapat tertolong, oleh tukang kebun yang mendengar suara minta tolong kedua bocah yang sudah tersangkut dibatang pohon kelapa tumbang didalam sungai, “ tutur Murni salah satu IRT warga sonuo yang berada di TKP.
Upaya pencarian warga bersama pemerintah desa dan kecamatan terus dikerakkan oleh Wakil Bupati (wabup) bolmut Suriansyah Korompot, SH didampingi oleh camat bolbar Fadly Tajudin Usup hingga menjelang malam. Namun, hasil belum juga ada. Wabup Korompot ketika diwawancarai oleh harian ini mengatakan akan terus memberikan bantuan kepada masyarakat dalam upaya pencarian sang bocah yang belum juga ditemukan.
“Saya kaget adanya kabar 10 bocah yang hanyut disungai, setelah pelaksanaan Musrenbang kecamatan bolbar sabtu akhir pekan lalu. Langsung ke tempat kejadian untuk memberikan bantuan kepada masyarakat setempat, “ kata Korompot.
Disinggung adakah bala bantuan dari pemerintah kabupaten dalam upaya pencarian sang bocah (eren,red) yang belum juga ditemukan, Korompot mengakui pemerintah daerah belum memiliki tim SAR yang ada hanya TAGANA.
“Ini merupakan cambuk bagi pemerintah daerah untuk segera membentuk tim SAR. Agar dalam situasi seperti ini bantuan cepat dapat kerahkan sepenuhnya untuk membantu warga, “ pungkasnya.
Pantauan media ini, hingga pukul 16.00 Wita (Minggu,red), pencarian masih terus dilakukan warga untuk menemukan sang bocah (eren,red). Utu (50) sang ayah bocah adalah sangadi iyok yang baru saja terpilih bersama ibu Sri di TKP shok dengan tangisan histeris. (ricky babay)



































