Foto: Ilustrasi.
Ada Honorer K2 Setor Rp25juta Tapi Tak Lulus
Aksi Calo CPNS Menyeruak di Bolsel
Bolaang Uki, ME
Pengumuman kelulusan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) honorer daerah (Honda) Kategori II di Bolaang Mongondow Selatan sudah terlewati di tahun 2014. Namun aroma tak sedap dari proses itu masih tercium hingga kini. Sejumlah Honda yang tak terakomodir mulai ‘bernyanyi’.
‘Upeti’ untuk memuluskan langkah meraih status PNS tak kunjung terjawab. Padahal puluhan juta rupiah telah melayang. Sang Kepala Daerah pun jadi tempat mengadu.
Dugaan adanya permainan uang melalui calo, yang diback up oknum di Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD), baru mencuat ke permukaan awal tahun 2015. Kabar miring itu diungkapkan langsung Bupati Bolsel, Hi Herson Mayulu, SIP saat apel Korpri, Selasa (17/2) kemarin.
Dibeberkannya, ada Honorer K2 yang melapor, sudah memberikan uang ke calo yang diback up oknum di BKDD sebesar Rp25juta, namun saat pengumuman lalu yang bersangkutan tak lulus. "Sudah ada yang melapor ke saya," ungkap Papa Ven, sapaan akrabnya tanpa penyebutkan identitas pelapor.
Persoalan ini memicu reaksi berang sang user. Sekretaris Daerah langsung didesak untuk mengusut tuntas siapa yang bermain di belakang, meminta-minta uang saat proses rekrutmen CPNS melalui jalur Honda K2. "Saya harap ini diusut tuntas, ungkap siapa calonya," tegas Mayulu dengan nada tinggi.
Kepala BKDD, Abdul Malik Musa, mengatakan pihaknya tidak tahu jika memang ada calo yang meminta-minta uang saat pengumuman kelulusan honorer K2. "Nanti akan kita telusuri masalah ini," kata Musa singkat.
Persoalan ini ikut dikritisi sejumlah elemen masyarakat Bolsel. Menurut aktivis pemuda, Amin Laiya, jika memang benar ada Honda K2 yang jadi korban, yang sudah terlanjur memberi uang, lapor saja. "Karena ini salah satu modus penipuan," ketus Amin. (eskolano kakunsi)



































