DUALISME BERINGIN MENJALAR DI SULUT

SVR vs E2L Panas


Manado, ME

Bola panas di tubuh Beringin Sulawesi Utara (Sulut) semakin bergejolak. Pendelegasian nakhoda baru Partai Golkar Sulut versi Musyawarah Nasional (Munas) Ancol jadi pemantik. Penguasa Golkar Sulut kubu Munas Bali terusik. ‘Perahu kuning’ di bawah naungan Agung Laksono dituding ilegal.

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar hasil Munas Ancol Jakarta, Senin (16/2/), secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) Plt Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Sulut, kepada Elly Engelbert Lasut.

Penyerahan SK tersebut dilakukan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Golkar versi Agung Laksono, Renne Manembu, dalam hajatan resmi yang dilangsungkan di Swiss Bellhotel Maleosan Manado.

Elly Lasut cs memegang SK DPP Partai Golkar Nomor 018/DPP/Golkar/LL/2015 tertanggal 5 Februari 2015, yang ditandatangani Ketua Umum DPP PG, Agung Laksono dan Sekretaris Umum, Zainudin Amali.

Dalam jumpa pers yang digelar usai acara tersebut, Renne Manembu menjelaskan, SK itu lahir karena kepengurusan Stevanus Vreeke Runtu telah berakhir pada 29 Januari 2015 lalu.

"Berdasarkan pertimbangan itu, kami keluarkan SK supaya tidak terjadi kevakuman. Pak Elly Lasut dan pengurus DPD I Sulut yang menerima mandat nantinya akan melakukan konsolidasi ke daerah-daerah untuk melaksanakan Musda (Musyawarah Daerah) dan dalam rangka menatap Pemilukada Provinsi, Kabupaten dan Kota," terang Manembu.
 
LASUT SIAP MENGEMBAN TUGAS
Kursi Ketua DPD I Partai Golkar Sulut telah diserahkan ke Elly Lasut. Mantan Bupati Kabupaten Talaud dua periode itu pun menegaskan komitmennya untuk memikul amanah partai dengan baik. “Saya akan melaksanakan amanah keputusan partai untuk menyelamatkan Partai Golkar Sulut,” jelas Lasut.

Komitmen untuk membesarkan Partai Golkar Sulut sangat besar. Walau menyandang status mantan narapidana, dirinya menyakini mampu memperteguh soliditas partai. “Saya saja mantan narapidana tapi mau membesarkan Partai Golkar, apalagi kader lain. Saya yakin, kepercayaan yang diamanatkan partai akan memperkuat soliditas para kader Golkar Sulut dari DPD I hingga DPD II,” selorohnya.

Konflik internal di DPP akan dikesampingkan demi menggapai sukes dalam Pilkada di Sulut nanti. “Saya berkeinginan, jangan sampai konflik internal di pusat dapat merugikan para kader dan simpatisan. Apalgi saat kita akan menghadapi Piklada. Konflik internal itu bagian dari dinamika dan itu justru akan membuat Golkar semakin kuat ke depan,” akunya

Semangat untuk melakukan konsolidasi internal siap ‘diledakkan’. Kepercayaan publik terhadap Partai Golkar akan diperkuat. "Roh partai nantinya akan mendorong para kader untuk siap bertarung dalam Pilkada nanti. Kehadiran saya pasti akan mendorong kader lain untuk memberi kontribusi lebih besar demi membesarkan partai,” tegas Lasut

“Golkar di Sulut masih kuat. Hanya kita perlu melakukan konsolidasi untuk memperkuat.”

Di satu sisi, Elly Lasut mengaku memiliki kerinduan besar untuk melihat Partai Golkar rukun kembali untuk memajukan Partai Golkar serta membentangkan sayap Golkar hidup kembali.


LASUT DINGGAP PUNYA KESEMPATAN
Kehadiran Elly Lasut di singgahsana Partai Golkar Sulut, disambut gembira sejumlah kader Partai Golkar Sulut. E2L dinggap pantas diberi kesempatan untuk melakukan yang terbaik untuk Beringin Sulut. “Banyak kader menyambut gembira penunjukan Elly Lasut sebagai pelaksana tugas Ketua Dewan Pimpinan Daerah Golkar Sulut, termasuk saya,” kata Wakil Ketua DPD I Partai Golkar Sulut, Ruben Saerang.

Penunjukan E2L menjadi Plt Ketua DPD Golkar Sulut adalah sesuatu yang wajar. Sebab semua kader memiliki kesempatan untuk memberikan diri dalam membesarkan partai. Apalagi dengan kondisi internal partai yang saat ini diketahui sedang bersengketa di Mahkamah Partai. "Intinya kami menyambut gembira keputusan DPP dan siap melakukan konsolidasi partai di semua tingkatan di daerah, terutama dalam rangka mempersiapkan Musda dan Pilkada yang tak lama lagi akan dilaksanakan," ujar Rusa, sapaan akrab Saerang.

Nada yang sama dilontarkan Wakil Sekretaris Bidang Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan DPD PG I Sulut, Joutje Rumondor dan Wakil Sekretaris Bidang Hukum, Rubi Rumpesak. Mereka kini sibuk dalam gerbong Golkar Sulut yang baru, untuk membangun konsolidasi. ''Saat ini kami lagi bersiap turun ke kabupaten dan kota guna melakukan konsolidasi. Ini penting dan mendesak mengingat beberapa daerah akan segera memulai tahapan Pilkada,'' terang mereka.

LASUT DIDORONG DEMI MEMENANGKAN GOLKAR SULUT
Amanah DPP Partai Golkar yang telah diserahkan ke Elly Lasut dinilai sangat tepat. Mantan Ketua DPD II Partai Golkar Talaud itu diyakini mampu membawa Golkar Sulut pada kesuksesan di Pilkada nanti. “Kami yakin E2L  (Elly Engelbert Lasut)  mampu mengembalikan eksistensi Partai Golkar untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat sebagai pemimpin di Sulut,” tutur Wakil Ketua Bidang Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan DPD I PG Sulut, Herry Kereh.

Lasut dianggap DPP Golkar sebagai kader senior dan memiliki hubungan baik dengan seluruh kader di Sulut. “Penunjukan kader untuk mengisi kursi Plt Ketua DPD Sulut  kriterianya, dianggap mampu mengemban amanah, mampu melakukan revitalisasi pengurus, mampu melakukan konsolidasi parpol termasuk ke DPD II, mampu mempersiapkan Musda paling lambat dua bulan sejak ditetapkan serta mempersiapkan Pilkada yakni, Pemilihan Gubernur Sulut dan pemilihan kepala daerah di Kabupaten dan Kota,“ papar Kereh.

Konsolidasi kepengurusan diharapkan bisa dituntaskan sampai dua bulan ke depan sehingga Golkar Sulut siap menghadapi Pilkada Gubernur, Bupati dan Walikota. Partai Golkar diharapkan bisa menang dalam Pilkada-Pilkada tersebut.

Peran sosok Jimmy Rimba Rogi juga dianggap penting dalam proses konsolidasi. Karena itu, koordinasi intens dilakukan dengan mantan Ketua DPD I Golkar Sulut itu. "Kita selalu berkoordinasi dengan pak Imba (Jimmy Rimba Rogi) karena beliau adalah tokoh Golkar yang tetap dijadikan rujukan dalam melakukan konsolidasi,'' ungkap Herker.
 
SVR: MEREKA GOLKAR ILEGAL
Kehadiran struktur kepengurusan partai Golkar Sulut versi Agung Laksono yang dikomandoi Elly Lasut, memicu reaksi para pimpinan Golkar Sulut versi Munas Bali. Ketua DPD I Partai Golkar Sulut pemegang mandat DPP pimpinan Aburizal Bakrie (ARB), Stevanus Vreeke Runtu, menegaskan jika kubu Elly Lasut ilegal. “Kita tetap berpegang teguh ke DPP pimpinan pak Ical. Kubu Elly Lasut itu ilegal. Silahkan cek Kemenkumham dan KPU, siapa yang dianggap sah. Bahkan Elly Lasut itu sudah tidak terdaftar sebagai anggota partai Golkar,” tandas Runtu, Senin (16/2).

Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat jelas telah mengabulkan eksepsi dari Golkar kubu ARB dan menolak gugatan Golkar kubu Agung Laksono. “Kan sudah jelas bahwa Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat mengabulkan eksepsi DPP versi pak Aburizal Bakrie sebagai Ketua Umum dan pak Idrus Marham sebagai Sekjen. Kepengurusan yang diakui sah adalah kepengurusan Munas Riau. Jadi tentu kalau ada kepengurusan lain di luar DPP versi pak ARB, itu adalah ilegal,” sembur SVR kembali.

DPD I Partai Golkar Sulut versi Munas Bali tidak akan mengganggu adanya kepengurusan DPD I Partai Golkar lainnya. “Kami tidak akan mengganggu mereka. Karena itu kepengurusan partai versi mereka. Jadi tak perlu saling mengganggu,” tandas SVR. (tim me)



Sponsors

Sponsors