Sopir Angkot Berharap Kembali ke Jalur Awal


Amurang, ME

Aksi mogok yang dilakukan seluruh sopir angkutan kota (Angkot) hari ini, berharap mendapat perhatian Pemerintah Daerah (Pemda). Mogok massal yang dilanjutkan dengan ujuk rasa di Kantor Bupati Minsel membuat transportasi Amurang Tumpaan lumpuh.

"Kebijakan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) yang merubah jalur angkot merugikan kami," sembur Muklis salah satu sopir angkot di Kantor Bupati, Jl Trans Sulawesi Kelurahan Pondang Amurang Timur, Rabu (11/2).

Dengan perasaan kecewa, sopir angkot asal Amurang ini mengungkapkan, sejak diberlakukan jalur angkot yang baru pendapatannya berkurang. Disamping itu jarak tempuh kendaraan bertambah jauh dan sering mengalami kemacetan ketika melintas di depan Sakura Mart.

"Kami menolak dengan jalur baru ini. Jelas-jelas ini merugikan kami. Dengan adanya jalur baru penumpang kami berkurang terutama penumpang dekat," jelasnya.

Hal yang sama juga disampaikan Hanny, menurutnya, sebaiknya Dishubkominfo meninjau kembali jalur angkot yang baru karena jalur tersebut tidak disetujui para sopir. "Solusinya lebih baik dikembalikan ke jalur yang awal saja," harapnya.

Semetara itu Kepala Dishubkominfo Izak Rey usai melakukan pertemuan dengan para sopir menyatakan pihaknya tidak akan merubah jalur baru tersebut. Menurutnya jalur tersebut telah melewati kajian dan pertimbangan yang matang dan akan tetap dilaksanakan.

"Rekayasa jalur angkot trayek 01 Amurang Tumpaan dan trayek 02 tetap akan dilanjutkan selama satu bulan. Selama itu kita akan lihat kalau layak akan dilanjutkan atau tidak ditinjau kembali," ungkapnya

"Rekayasa jalur angkot ini merupakan masukan dari masyarakat demi mengurai kemacetan yang kerab terjadi di pusat kota Amurang," tambah Rey. (jerry sumarauw)



Sponsors

Sponsors