Foto: dr Sandra Rotty. (Foto: Ist)
Minut ‘Incar’ Kabupaten Sehat
Airmadidi, ME
Tim Verifikasi Kabupaten/Kota Sehat (KKS) Propinsi Sulawesi Utara mengunjungi Kabupaten Minahasa Utara. Sebelum turun verifikasi dan penilaian di lapangan, tim provinsi mendengarkan pemaparan Tim Kabupaten Sehat Minahasa Utara yang dipaparkan dr J Umboh. Hadir dalam pertemuan tersebut, Ketua DPRD Minahasa Utara Berty Kapojos, Ketua Tim Propinsi Yenni Palit, anggota DPRD Denny Sompie SE, Kepala Dinas Kesehatan Minahasa Utara dr Sandra Rotty, staf ahli Drs Theo Suatan serta perwakilan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
Kepala Dinas Kesehatan dr Sandra Rotty mengatakan, Minahasa Utara pada dasarnya telah siap untuk penilaian kabupaten sehat oleh tim verifikasi propinsi. Oleh sebab itu, semua tatanan yang akan dinilai tentunya sudah dipersiapkan dengan baik, dan koordinasi lintas sektoral diharapkan menunjang kegiatan kabupaten sehat tersebut.
Sementara itu, Ketua DPRD Berty Kapojos mengatakan, DPRD mendukung penilaian kabupaten sehat ini, sehingga diharapkan juga masyarakat Minahasa Utara untuk memberikan dukungan dan apresiasi positif bagi penilaian ini. Kegiatan ini kata Kapojos, akan sangat memberi manfaat kepada masyarakat Minahasa Utara. Berbicara sehat, semua masyarakat sangat menginginkan hidup sehat, hidup aman, hidup tentram dan hidup bahagia.
“Marilah kita proaktif dan mendukung kegiatan ini, sehingga akan memberi hasil yang positif dan penghargaan tersebut bisa diraih oleh Minahasa Utara,” tutur Kapojos.
Ketua Tim Propinsi Yenni Palit menambahkan, Minahasa Utara saat ini ikut pada penilaian kabupaten sehat tingkat akhir. Jika sebelumnya Minahasa Utara telah meraih penghargaan tingkat pertama dan kedua, tapi saat ini Minahasa Utara telah masuk pada tingkat atas, sehingga ada sembilan tatanan yang akan dinilai.
“Apa yang sudah dipaparkan oleh tim kabupaten akan kami tinjau di lapangan,” terang Palit.
Adapun tatanan yang akan dinilai yakni, kawasan permukiman, sarana dan prasarana umum, kawasan sarana lalu lintas tertib dan pelayanan transportasi, kawasan pertambangan sehat. Selanjutnya kawasan hutan sehat, kawasan industri dan perkantoran sehat, kawasan pariwisata sehat, ketahanan pangan dan gizi, kehidupan masyarakat sehat dan mandiri dan kehidupan sosial yang sehat.(risky pogaga)



































