44 Pengungsi Disebar ke Rumah Warga


Bolmong, ME

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bolaang Mongondow (Bolmong) membongkar tenda darurat yang dibangun di lapangan olahraga Desa Poyunan Kecamatan Passi Barat, yang selama ini menampung korban pergeseran tanah.

Menurut Kepala BPBD Channy Wayong, pembongkaran tenda tersebut karena masa transisi darurat telah berakhir. “Itu sudah dibicarakan dengan masyarakat. Dan tandas awas bencana sudah dicabut,” kata Channy.

Andai warga yang menjadi korban tidak memiliki tempat tinggal, masa transisi darurat bisa diperpanjang. “Namun, warga memilih menumpang di rumah-rumah keluarga,” ujarnya.

Saat ini, 42 warga yang menjadi korban patahan tanah, menumpang di rumah kerabat. “Mereka berasal dari 11 kepala keluarga (KK). Mereka memilih meninggalkan tenda darurat,” tambahnya.

Selain itu, posko siaga bencana juga sudah dipindahkan. “Posko pindah ke Kantor BPBD,” ujarnya.

Menurutnya, Pemkab menawarkan solusi kepada para korban yang sudah tidak lagi memiliki rumah atau yang rumahnya tidak bisa ditempati lagi dengan membangun rumah darurat. “Syaratnya, para korban harus punya lahan,” tandasnya.

Sementara itu, Sarini Mamonto salah seorang warga yang rumahnya retak dan terancam terbawa longsor akibat pergeseran tanah tersebut, berharap Pemkab memberikan bantuan lahan untuk mereka membangun kembali rumah. “Karena sudah tidak mungkin lagi membangun rumah di lokasi itu. Pergeseran tanah membuat kami takut untuk kembali membagun rumah di tempat itu,” ungkapnya. (endar yahya)



Sponsors

Sponsors