Warga Minsel Sorot Ormas KJ


Amurang, ME

Puluhan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) yang tercatat di Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpol dan Linmas) Minahasa Selatan (Minsel) mulai disorot masyarakat setempat. Keberadaan  puluhan ormas tersebut dinilai tak jelas arah dan tujuannya.

Dari amatan warga, kebanyakan ormas tersebut lebih mengutamakan kepentingan individual atau kelompoknya sendiri, dibandingkan kepentingan masyarakat setempat. “Mendirikan organisasi hanya modus. Tujuannya tak lain untuk mengejar proyek. Akibatnya kegiatan-kegiatan kemasyarakatan di Minsel terlihat tak optimal,” ketus Damly Pattyranie, warga Amurang.

Diapun berharap ada pengawasan ketat dari pemerintah di kalangan Ormas, baik dari segi administrasi maupun keaktifan kegiatan. “Ke depan diharapkan Orkesmas di Minsel lebih tertib lagi seperti tertib administrasi serta aktif," ungkap Pattyranie.

Terpisah, Kepala Badan Kesbangpol dan Linmas Minsel, Alex Slat SH mengatakan, penertiban untuk ormas di Minsel sudah dimulai sejak awal Januari tahun ini. Penertiban ini dijadwalkan hingga akhir bulan Maret mendatang. “Hingga saat ini yang masih terdaftar aktif di Kesbangpol linmas ada sekira empat puluh ormas. Diharapkan ormas yang masih aktif ini dapat memasukkan kembali laporan kegiatan," kata dia.

Setiap Ormas, lanjut dia, memang diwajibkan untuk melaporkan kegiatan masing-masing. Jika tidak melaporkan dalam kurun waktu 2 sampai 3 tahun, maka akan dianggap tidak aktif dan dicoret dari daftar. "Begitu juga jika ada perubahan kepengurusan, pindah alamat atau alamat kesekretariat, wajib dilaporkan," tandas Slat. (revel maliangkay)



Sponsors

Sponsors