Wenny Lumentut : Ini Pertanda Buruk Bagi Sulut

3 Kasus Pembunuhan Dalam Sepekan


Manado, ME

Kicauan miring masyarakat Sulawesi Utara (Sulut) terhadap stabilitas keamanan di Bumi Nyiur Melambai, tak lepas dari radar penghuni Gedung Cengkeh.

Adalah Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulut, Wenny Lumentut, SE. Politisi ulung Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) menilai, kejadian pembunuhan yang terjadi di Kota Tomohon, Kota Manado dan Kabupaten Minahasa Utara (Minut) dalam satu pekan, menjadi pertanda buruk bagi Bumi Nyiur Melambai.

Kata dia, ke depan semua komponen masyarakat dan aparatur negara diharapkan bekerja keras dan lebih solid. Dalam mempertahankan patron Sulut sebagai simbol kerukunan, pemerintah, masyarakat dan aparat penegak hukum harus proaktif berkoordinasi dan melakukan langkah-langkah strategis.

“Pihak penegak hukum wajib mengoptimalkan line pengaduan 1x24 jam. Selanjutnya masyarakat kooperatif memberikan informasi-informasi kepada aparat, jika terpantau adanya aktifitas-atifitas yang mencurigakan. Selain itu, peran pemerintah dan tokoh agama yang harus dioptimalkan lewat sosilisasi dan kampanye anti kriminalitas,” jelas Lumentut.

“Yang penting juga peningkatan mental generasi muda lewat kegiatan-kegiatan yang positif, sehingga tidak terjerumus pada narkoba dan minuman keras, yang menjadi pemantik berbagai prilaku kriminal di masyarakat,” cerocosnya.

Selanjutnya, peran wakil rakyat dalam  mempercepat revisi Peraturan Daerah (Perda) Miras sangat diharapkan. Sehingga, tidak terjadi tumpang tindih dengan KUHP. “Bagi kami, untuk pelaku pembunuhan yang terbukti, jika perlu proses penahanan oknum pelaku dilakukan di LP (Lembaga Pemasyarakatan) Nusa Kambangan,” beber Lumentut.(victor rempas)



Sponsors

Sponsors